get app
inews
Aa Text
Read Next : Update Korban Banjir Bandang Sitaro Bertambah Jadi 11 Orang, 5 Korban Hilang

Kemensos Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Sitaro, 4 Kecamatan Terdampak

Selasa, 06 Januari 2026 - 12:39:00 WITA
Kemensos Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Sitaro, 4 Kecamatan Terdampak
Kemensos kirim bantuan korban banjir bandang Sitaro untuk membantu warga terdampak di empat kecamatan. (Foto: BNPB)

SITARO, iNews.id - Kementerian Sosial mengirim bantuan untuk korban banjir bandang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.  Bencana tersebut mengakibatkan 11 orang tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan, penyaluran bantuan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah setempat.

“Kita terus bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk pemda untuk menyalurkan bantuan,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Selasa (6/1/2026).

Bantuan korban banjir bandang yang dikirim terdiri atas berbagai kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Rinciannya meliputi kasur sebanyak 100 lembar, selimut 200 lembar, makanan anak 200 paket, tenda gulung 50 lembar, family kit 200 paket, kidsware 100 paket, makanan siap saji 400 paket, lauk pauk siap saji 500 paket, serta beras seberat 500 kilogram.

“Barang-barang tersebut dikirim menggunakan jalur laut pada 5 Januari 2026 malam,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir bandang terjadi pada Senin (5/1/2026) pukul 03.00 Wita. Peristiwa tersebut diduga dipicu curah hujan yang sangat tinggi di wilayah Kabupaten Sitaro atau Kepulauan Siau.

Banjir bandang membawa material batu, kayu, dan lumpur menyebabkan kerusakan pada permukiman warga, fasilitas umu  serta menimbulkan korban jiwa. Empat kecamatan dilaporkan terdampak, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.

Untuk sementara waktu, para korban banjir bandang Sitaro mengungsi di sejumlah titik aman. Di Gereja Betabara Paseng tercatat sebanyak 37 kepala keluarga atau 105 jiwa, sementara di Museum Ulu terdapat 54 kepala keluarga atau 287 jiwa. Total pengungsi di dua lokasi tersebut mencapai 91 kepala keluarga atau 392 jiwa.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut