Jumlah Penumpang Bandara Sam Ratulangi Manado Meningkat di Triwulan III

Subhan Sabu ยท Kamis, 22 Oktober 2020 - 14:23:00 WITA
Jumlah Penumpang Bandara Sam Ratulangi Manado Meningkat di Triwulan III
Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara (Sulut). (Foto: Sindonews/Subhan Sabu)

MANADO, iNews.id - Jumlah penumpang yang dilayani Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara (Sulut), selama triwulan ketiga meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di masa pandemi Covid-19 sejak bulan Juli lalu berimbas positif pada jumlah penumpang yang dilayani bandara ini.

Communication and Legal Manager Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado Rendy Anindito P mengatakan, hingga akhir September 2020, Bandara Sam Ratulangi telah melayani 680.515 penumpang. Sebanyak 157.489 penumpang merupakan kontribusi triwulan III atau selama bulan Juli hingga September.

"Untuk jumlah penumpang kami mencatat terjadi peningkatan, yakni 40.460 penumpang di triwulan kedua dan 157.489 penumpang di triwulan ketiga," ujar Rendy di Manado, Kamis (22/10/2020).

Menurut Rendy, peningkatan trafik penumpang masih didominasi penerbangan domestik sebanyak 639.572 penumpang. Sementara untuk internasional sebanyak 40.493 penumpang.

Selain jumlah penumpang yang tumbuh positif, pergerakan pesawat dan kargo pun mengalami hal sama. Tercatat untuk jumlah pesawat pada periode triwulan ketiga mencapai 2.392 pergerakan pesawat jika dibandingkan dengan triwulan kedua sebesar 1.239.

"Hingga akhir September pergerakan pesawat mencapai 8.927 dan 8.550 merupakan pesawat domestik dan internasional sebanyak 377," kata Rendy.

Sementara untuk kargo, sampai akhir September tercatat sebanyak 10.334.046 Kg. Untuk triwulan ketiga tercatat sejumlah 3.982.517, meningkat dibandingkan triwulan kedua yang mencapai 3.227.929 kg kargo," katanya.

Peningkatan kargo masih didominasi kargo domestik sebanyak 10.227.517. Sedangkan kargo internasional hanya sebanyak 106.528.

Rendy juga menambahkan untuk penerapan protokol kesehatan di bandara dijalankan sebagaimana telah diatur dalam PM 41 tahun 2020 tentang perubahan atas PM 18 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Kami juga mengacu pada SE 13 tahun 2020 tentang operasional transportasi udara dalam masa kegiatan masyarakat produktif dan aman dari Covid-19," ujar Rendy.

Dia mengatakan ada delapan poin penerapan protokol kesehatan yang berlaku di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Pertama melakukan pengukuran suhu tubuh setiap orang yang masuk ke terminal, baik menggunakan thermal scanner maupun thermo gun.

Kedua, menyiapkan penyanitasi tangan di lokasi yang banyak dilewati pengguna jasa. Kemudian penerapan physical distancing di terminal dengan memberikan tanda x pada seluruh area layanan Bandar Udara Sam Ratulangi, termasuk pada tempat duduk.

"Poin empat, seluruh petugas operasional yang bertugas wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD)," ujar Rendy.

Poin kelima, bandara menyediakan fasilitas tempat pembuangan masker dan sarung tangan yang sudah dipakai. Kemudian, menyemprotkan disinfektan atau membersihkan fasilitas bandara secara periodik.

"Untuk poin ketujuh, bandara memasang media informasi sebagai sosialisasi protokol kesehatan. Ini untuk mengingatkan personel dan pengguna jasa bandar udara agar mengikuti ketentuan protokol kesehatan," katanya.

Adapun a poin terakhir, turut mengawasi pengguna jasa untuk menggunakan masker dan menjaga jarak. Di masa pandemi Covid-19, bandara juga menerapkan teknologi IT pada customer service officer dalam memberikan pelayanan kepada penumpang.

"Jadi antara customer service officer tidak bertemu secara langsung dengan penumpang, melainkan lewat monitor," ujar Rendy.

Editor : Maria Christina