Kantornya Diserang Puluhan Anggota Satpol PP, Begini Penjelasan FIFGROUP Cabang Manado

Arther Loupatty ยท Kamis, 07 Juli 2022 - 15:06:00 WITA
Kantornya Diserang Puluhan Anggota Satpol PP, Begini Penjelasan FIFGROUP Cabang Manado
Polisi mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) perusakan Kantor FIFGROUP Cabang Manado oleh puluhan Satpol PP, Selasa (28/6/2022). (Foto: tangkapan layar)

MANADO, iNews.id - Kantor FIFGROUP Cabang Manado diserang dan dirusak oleh puluhan anggota Satpol PP Pemkot Manado pada Selasa (28/6/2022). Penyerangan tersebut diduga karena kesalahpahaman massa yang menganggap salah satu rekannya meninggal dunia setelah terlibat perselisihan dengan debt collector.

Kepala FIFGROUP Cabang Manado Yohanis Batara pun memberikan penjelasan terkait insiden tersebut. Dia menegaskan anggota Satpol PP Manado bernama Relly Pieter Rompis tersebut meninggal dunia bukan karena berselisih dengan debt collector mereka, tapi penyakit yang diidapnya. Almarhum diketahui teman dari costumer FIFGROUP Cabang Manado berinisial MM yang juga anggota Satpol PP.

"Dari hasil pemeriksaan rumah sakit, meninggalnya almarhum karena mengidap suatu penyakit. Dalam hal ini, tidak ada satu pun karyawan kami yang berkomunikasi ataupun bertemu fisik dengan Relly Pieter Rompis sebelum meninggal," kata Yohanis dalam keterangannya kepada iNews.id, Kamis (7/7/2022).

Dia juga memastikan tidak ada kontak fisik apa pun yang dilakukan oleh karyawan FIFGROUP Cabang Manado kepada customer MM dan temannya sesama anggota Satpol PP. 

Yohanis juga menjelaskan insiden itu berawal dari salah satu customer mereka berinisial MM, anggota Satpol PP Manado, yang terlambat membayar angsuran kredit sepeda motor selama 2 bulan 27 hari, per Kamis (30/06/2022). Atas keterlambatan tersebut, pihaknya  melaksanakan penagihan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan dan regulasi pemerintah yang berlaku.

Selanjutnya pada 27 Juni 2022, karyawan melakukan penagihan ke kantor customer, yaitu Kantor Satpol PP Manado. Mereka mendapatkan informasi yang dicari berada di Pasar 45 Taman Kesatuan Bangsa. Setelah bertemu, karyawan melakukan penagihan secara persuasif, tapi gagal. Beberapa lama kemudian, rekan kerja MM mendekat hingga terjadi keributan. 

"Karyawan kami yang seorang diri merasa terintimidasi dan terancam posisinya," katanya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: