Karyawan PT Air Manado Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Penyebab Masih Diselidiki

Arther Loupatty ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 16:54 WITA
Karyawan PT Air Manado Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Penyebab Masih Diselidiki
Ilustrasi. (Foto: IST)

MANADO, iNews.id - Penemuan mayat menghebohkan warga Lingkungan IV, Kelurahan Malalayang I Timur, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (2/8/2020) malam. korban diketahui berinisial IJW alias Infanly (30) karyawan PT Air Manado.

Dia ditemukan tewas di dalam kamar Kos Hanna yang berlokasi di Jalan Krida, Malalayang. Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Informasi yang dirangkum iNews, dini hari sebelum ditemukan tewas, korban meminta tolong kepada saksi berinisial IMA alias Imansyo (21), warga Kelurahan Malalayang I Timur untuk meminta minuman yang manis dan dibelikan susu serta yakult. Saksi lalu pergi ke warung dan membawa pesanan korban. Setelah itu korban masuk ke kamar.

Malam harinya, saksi perempuan berinisial AM alias Aprilia (24), warga Desa Suluun, Kabupaten Minahasa Selatan datang ke tempat kos  korban. Namun saat diketuk pintu kamar tak ada jawaban.

Saksi kemudian membuka pintu kamar kos korban yang tidak terkunci dan menyalakan lampu. Saat itu dia menemukan korban sudah tergeletak di atas tempat tidur sambil memeluk bantal guling.

Melihat hal tersebut, saksi kemudian menghubungi lelaki DL alias Dani (39), warga Kelurahan Paal Dua. DL yang tiba di tempat kos lalu mengecek nadi di bagian tangan dan paha korban dan ternyata sudah meninggal.

Keterangan saksi NW alias Novica (25), warga Kelurahan Bumi Nyiur yang bersebelahan tempat kos dengan korban mengaku sempat mendengar suara erangan kesakitan. Namun ketika itu dia mengira korban sedang mabuk.

Kapolsek Malalayang AKP Verry Alvander Liwutang saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda M Pasaribu mengatakan, masih menyelidiki kasus penemuan mayat tersebut. Hasil olah TKP dan pemeriksaan sementara, ditemukan selembar kertas surat keterangan domisili yang di belakangnya terdapat tulisan permintaan maaf dari korban.

"Kasusnya masih dalam penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban," ujarnya, Senin (3/8/2020).


Editor : Donald Karouw