Manado dan Kotamobagu Deflasi, Ini Catatan BI Sulut

Subhan Sabu · Kamis, 02 September 2021 - 11:20:00 WITA
Manado dan Kotamobagu Deflasi, Ini Catatan BI Sulut
Manado dan Kotamobagu mengalami deflasi yang dipicu penurunan harga kelompol makanan. (Foto: Antara)

MANADO, iNews.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat Manado dan Kotamobagu mengalami deflasi pada Agustus 2021. Penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2021 yang secara umum mencerminkan penurunan harga di Provinsi Sulut.

IHK Kota Manado tercatat deflasi 0,27 persen (mtm) setelah pada Juli 2021 mengalami inflasi 0,28 persen (mtm). Sama halnya dengan Kotamobagu yang tercatat deflasi sebesar 0,09 persen (mtm), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,78 persen (mtm). 

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut Arbonas Hutabarat mengatakan sejalan dengan deflasi bulanan yang terjadi, secara tahunan inflasi Manado dan Kotamobagu per Agustus 2021 masing-masing tercatat sebesar 2,00 persen (yoy) dan 2,78 persen (yoy) atau masih terkendali pada rentang target inflasi nasional 3±1 persen (yoy). 

"Adapun IHK nasional Agustus 2021 tercatat inflasi 0,03 persen (mtm) dengan laju inflasi tahunan 1,59 persen (yoy) atau berada di bawah rentang target tersebut. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi sumber tertahannya tekanan inflasi Agustus 2021 di Manado dengan andil sebesar 0,48 persen (mtm). Sementara itu, 11 kelompok lainnya mencatatkan inflasi dengan total andil sebesar 0,21 persen," ujar Arbonas, Kamis (2/9/2021).

Komoditas penyumbang utama deflasi dari kelompok makanan, minuman dan tembakau antara lain komoditas perikanan, rica dan tomat, ikan malalugis dan ikan deho. Kelompok ini merupakan komoditas utama yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,26 persen (mtm) dan 0,15 persen (mtm). 

Di samping itu, komoditas cabe awit, cabe merah dan tomat yang merupakan komoditas strategis di Manado padabAgustus juga turut mengalami penurunan harga setelah pada bulan sebelumnya mencatatkan inflasi. Cabe rawit memberikan andil deflasi sebesar 0,15 persen (mtm), cabe merah 0,02 persen (mtm) dan tomat 0,01 persen (mtm). 

"Selanjutnya, komoditas daging ayam ras juga masih melanjutkan tren penurunan harga di Agustus 2021 dengan andil deflasi sebesar 0,04 persen (mtm), lebih dalam dibandingkan periode sebelumnya dengan andil deflasi 0,01 persen (mtm)," ujar Arbonas.

Menurutnya, penurunan harga berbagai komoditas pangan ini disebabkan terbatasnya permintaan masyarakat dalam masa PPKM di Manado. Khususnya di tengah ketersediaan pasokan yang memadai.

Sementara itu, kelompok transportasi dan pendidikan yang memberikan andil inflasi di Manado pada Agustus 2021 masing-masing sebesar 0,05 persen (mtm). Kenaikan tarif angkutan udara menjadi penyumbang inflasi dari kelompok transportasi dengan andil sebesar 0,06 persen. Hal ini diperkirakan sejalan dengan pengurangan jumlah penerbangan di tengah pemberlakuan PPKM di berbagai wilayah. 

Adapun pada kelompok pendidikan, sekolah menengah atas dan sekolah dasar mencatatkan inflasi yang bersifat musiman disebabkan periode awal semester baru bagi para pelajar.

Sementara itu, deflasi yang terjadi di Kotamobagu didorong  penurunan harga kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan dengan andil deflasi 0,06 persen (mtm). Disusul oleh kelompok pakaian dan alas kaki dengan andil deflasi 0,04 persen (mtm). 

Komoditas telepon seluler merupakan satu-satunya kontributor deflasi pada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan dengan andil 0,06 persen (mtm). Sementara gaun/terusan perempuan menjadi penyumbang deflasi kelompok pakaian dan alas kaki dengan andil sebesar 0,03 persen (mtm). 

Penurunan harga pada kedua kelompok tersebut merupakan normalisasi harga dari bulan sebelumnya seiring terbatasnya permintaan dengan adanya kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat. 

Namun berbeda dengan Manado, kelompok makanan, minuman dan tembakau di Kotamobagu tercatat masih mengalami inflasi terbatas dengan andil sebesar 0,02 persen (mtm). Komoditas bawang merah di Kotamobagu tercatat mengalami inflasi tertinggi sejak awal tahun dan memberikan andil inflasi sebesar 0,20 persen (mtm). 

"Meski demikian, sebagaimana di Manado, beberapa komoditas di antaranya rica dan daging ayam ras mengalami deflasi dan menahan inflasi pada kelompok ini," ucap Arbonas.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: