get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda Sulut Dalami Kematian Mahasiswi Unima di Tomohon, Ini Dugaan Penyebabnya

Terungkap! Kematian Mahasiswi Unima di Tomohon Diduga akibat Depresi

Selasa, 13 Januari 2026 - 01:30:00 WITA
Terungkap! Kematian Mahasiswi Unima di Tomohon Diduga akibat Depresi
Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Suryadi menyampaikan perkembangan kasus kematian mahasiswi di Tomohon. (Foto: Humas Polri)

TOMOHON, iNews.id - Kasus kematian mahasiswi Unima di Tomohon berinisial AE (21) yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya mulai menemui titik terang. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Utara menyimpulkan korban diduga meninggal akibat gantung diri yang dipicu kondisi depresi.

Penjelasan terkait kematian mahasiswi Unima di Tomohon ini disampaikan Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Suryadi dalam konferensi pers di Aula Tri Brata Polda Sulut, Senin (12/1/2026) pagi, didampingi Direktur PPA/PPO Kombes Pol Nonie Sengkey.

“Dalam kasus ini, Polres Tomohon langsung menurunkan tim untuk melakukan olah TKP di kos AE. Dari hasil olah TKP juga melibatkan dokter ahli, kesimpulan sementara murni gantung diri dengan ciri-ciri orang gantung diri,” ujar Kombes Pol Suryadi, Senin (12/1/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, keterangan saksi, serta dokumen yang diperoleh, korban diduga mengalami depresi dalam kehidupan pribadinya. Kondisi tersebut dinilai menjadi faktor yang mendorong korban mengakhiri hidup.

Peristiwa kematian mahasiswi Unima di Tomohon ini terjadi pada 30 Desember 2025. Namun, orang tua korban baru melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian pada 31 Desember 2025 karena menilai kematian anaknya tidak wajar.

Menindaklanjuti laporan keluarga, penyidik melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk menelusuri dugaan kekerasan seksual, pelecehan, hingga kemungkinan pembunuhan seperti yang disampaikan pihak keluarga.

“Terkait laporan orang tua korban bahwa adanya kekerasan seksual, pelecehan dan dugaan pembuhanan, maka kami sudah lakukan penyelidikan, dimana kami sudah memeriksa 13 orang saksi termasuk orang tua korban, teman korban, penjaga kos, Satgas PPKT Unima, BEM Unima, dan klarifikasi terhadap security dan dokter ahli. Dan juga terhadap terlapor tindakan kekerasan seksual atas nama DM juga kami sudah lakukan klarifikasi,” katanya.

Dalam penyelidikan kematian mahasiswi Unima di Tomohon ini, polisi juga menemukan sejumlah dokumen tulisan tangan yang diduga kuat dibuat oleh korban.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut