Miris, 6 Bocah Tinggal di Rumah Penuh Kotoran Anjing dan Popok Bekas

Okezone, Vanessa Nathania ยท Senin, 20 September 2021 - 15:00:00 WITA
Miris, 6 Bocah Tinggal di Rumah Penuh Kotoran Anjing dan Popok Bekas
Rumah dengan kondisi mengenaskan (Foto: Crown Prosecution Service)

INGGRIS, iNews.id - Foto enam bocah yang tinggal di rumah penuh kotoran anjing diperlihatkan dalam sebuah sidang. Diketahui, foto itu berlokasi di Inggris. 

Di rumah itu tidak ada air mengalir. Bahkan, salurannya tertutup kotoran anjing, kotoran tikus, dan popok bekas.

Foto-foto yang ditampilkan di pengadilan salah satunya kamar tidur yang berantakan dengan kaleng bekas, nampan plastik, dan bungkusan. Foto kedua menunjukkan sebotol pemutih dan kotoran anjing di lantai.

Seragam sekolah disimpan di sebuah ruangan dengan botol plastik bekas, tas penuh sampah dan wadah cup mi di lantai.

Salah satu anak terlantar kemudian mengatakan tidak ada yang boleh tinggal di sana. Petugas layanan sosial pertama kali mengetahui masalah di rumah tersebut 10 tahun yang lalu.

Dilansir dari laporan Liverpool Echo, ibu dan ayah anak-anak tersebut akan dijatuhi hukuman pada November mendatang. Pengadilan Liverpool Crown mendengar polisi dipanggil ke rumah itu awal tahun ini karena keduanya terlibat perdebatan sengit.

"Apa yang mereka hadapi hanya bisa digambarkan sebagai pemandangan kotor yang tak dapat digambarkan, situasi ini lebih mengingatkan pada era kumuh Victoria pada abad ke-21,” kata Trevor Parry-Jones, jaksa penuntut.

Dia mengatakan sampah bertebaran di seluruh rumah, tempat tidur susun. Kamar tidur anak-anak menjijikkan dan banyak kotoran anjing di kedua lantai.

"Kamar mandi tidak dapat digunakan, toilet kotor, tidak dibersihkan selama beberapa waktu, dan ada kutu hewan pengerat,” ucapnya.

Parry-Jones mengatakan kamar tidur anak-anak kotor. Di salah satu laci dapat dilihat satu hewan pengerat yang menyebabkan kotoran.

Dia mengatakan tak satu pun dari orang tua anak-anak mencari bantuan, meskipun mengetahui rumahnya berbahaya dan tidak sehat.

"Kesimpulannya adalah anak-anak dibesarkan dalam kondisi yang benar-benar mengerikan dan itu pasti berdampak pada mereka,” ucap jaksa.

Salah satu anak mengatakan tidak ada air yang mengalir, sampah di mana-mana dan kotoran anjing di mana-mana. Dia mengatakan rumahnya sudah seperti ini untuk waktu lama dan seharusnya tidak ada yang tinggal di sana.

"Bagi saya, kedua orang tua saya yang harus disalahkan atas kondisi ini. Kami hanya butuh bantuan,” kata salah satu anak.

Hakim Andrew Menary, QC, mengatakan bahwa dia tidak diberi bukti apa pun tentang dampaknya terhadap anak-anak. Dia membutuhkan informasi tentang kondisi setiap anak ketika mereka dirawat; apakah mereka telah menderita kerugian fisik atau psikologis; dan bagaimana kehidupan mereka telah terpengaruh.

Hakim memerintahkan laporan kesejahteraan pada semua anak. Dia mengatakan ini harus memberikan perincian kontak layanan sosial dengan keluarga selama bertahun-tahun, termasuk

"Apakah kurangnya keterlibatan jangka panjang disebabkan oleh kegagalan orang tua untuk bekerja sama, atau penilaian pada saat itu yang tidak layak,” katanya.

Diketahui, sidang pengadilan pertama kali dilakukan pada tahun 2010 tentang keadaan rumah. Ketika polisi hadir pada tahun 2013 mereka menggambarkannya rumah yang kotor. Petugas diketahui meminta bantuan, mengevakuasi anak-anak, dan meminta patroli lain untuk membawa makanan, pakaian bersih, dan popok baru. Kedua orang tuanya ditangkap dan diselidiki.

Sang ayah membenarkan kondisi rumahnya sangat buruk. Tetapi, dia mengaku telah membersihkannya sekitar sebulan sebelumnya

Editor : Nani Suherni

Bagikan Artikel: