Penduduk Miskin di Sulut Terendah di Sulawesi, Gorontalo Tertinggi

Antara ยท Rabu, 22 Juli 2020 - 19:30 WIB
Penduduk Miskin di Sulut Terendah di Sulawesi, Gorontalo Tertinggi
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Ateng Hartono. (Foto: Antara)

MANADO, iNews.id - Penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi yang terendah di antara seluruh provinsi se-Pulau Sulawesi. Sementara warga miskin terbanyak di Provinsi Gorontalo

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Ateng Hartono mengatakan, persentase penduduk miskin di Sulut sebesar 7,62 persen. Sementara Gorontalo sebesar 15,22 persen.

"Sulut menjadi provinsi dengan persentase penduduk miskin terendah di Sulawesi," kata Ateng Hartono di Manado, Rabu (23/7/2020).

Dia mengatakan, persentase penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 8,75 persen, Sulawesi Barat 10,87 persen, Sulawesi Tengah 12,92 persen, dan Sulawesi Tenggara 11 persen.

Selama periode September 2019 hingga Maret 2020, garis kemiskinan naik 2,97 persen, yaitu dari Rp379.923 per kapita per bulan di September 2019 menjadi Rp391.197 per kapita per bulan pada Maret 2020.

Sementara selama periode Maret 2019-Maret 2020, garis kemiskinan naik sebesar 5,36 persen, yaitu dari Rp371.283 per kapita per bulan pada Maret 2019, menjadi Rp391.197 pada Maret 2020.

Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri atas Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM), peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan.

"Besarnya sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2020 sebesar 76,95 persen," katanya.

Dia menambahkan, pada Maret 2020, tiga jenis komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan baik di perkotaan maupun perdesaan, yakni beras dengan sumbangan sebesar 20,82 persen di perkotaan dan 24,31 persen di perdesaan.

Kemudian, rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap Garis Kemiskinan, masing-masing 13,59 persen di perkotaan dan 13,19 persen di perdesaan. Selanjutnya tongkol, tuna, cakalang berkontribusi 5,64 persen di perkotaan dan 6,28 persen di perdesaan.

"Komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada Garis Kemiskinan perkotaan dan perdesaan adalah perumahan," ujarnya.


Editor : Maria Christina