Ekspor Ketiga ke Jepang, Sulut Kirim Tuna Sangihe, Gula Batu dan Bawang Merah 9,1 Ton

Arther Loupatty ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 09:37:00 WITA
Ekspor Ketiga ke Jepang, Sulut Kirim Tuna Sangihe, Gula Batu dan Bawang Merah 9,1 Ton
Suasana persiapan eksor ketiga produk pertanian dan perikanan Sulut dan Indonesia Timur dari Bandara Sam Ratulangi Manado ke Jepang. (foto: Istimewa)

MANADO, iNews.id - Ekspor komoditas langsung dari Bandara Sam Ratulangi Manado ke Bandara Narita, Jepang terus berlanjut bahkan dengan volume yang makin besar dan jenis kian variatif. Komoditas baru yang diekspor antara lain gula batu dan rempah jenis bawang merah, serta ikan tuna Sangihe.

Ekspor komoditas itu dilakukan melalui penerbangan langsung (direct call) menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia A 330-200. Terhitung sudah tiga kali produk hasil pertanian dan perikanan Sulawesi Utara dan daerah lainnya di kawasan Indonesia Timur diekspor ke Jepang.

"Ini yang ketiga kali sejak diluncurkan Pak Gubernur. Kami terus menggalakkan para nelayan dan petani untuk memanfaatkan jalur ekspor ini,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut Tineke Adam seusai mengikuti proses pengiriman langsung di Bandara Sam Ratulang, Rabu (7/10/2020).

Ekspor perdana ke Jepang dilepas Gubernur Olly Dondokambey pada 23 September silam bertepatan dengan HUT ke-56 Provinsi Sulut. Saat itu, komoditas yang diekspor meliputi hasil perikanan senilai 66.000 dolar AS, ditambah 4,5 ton ikan dari Ambon, serta 100 kg sampel komoditas pertanian Sulut berupa nanas, bawang merah, pala dan komoditi lainnya.

Kemudian ekspor kedua dilepas 30 September lalu dengan jumlah yang bertambah. Meliputi komoditas ikan tuna, ikan nila, lobster dengan total 6,1 Ton serta sampel pertanian 90 Kg.

Nah, untuk tahap ketiga angkanya bertambah menjadi 9,1 ton. Bahkan varian komoditasnya juga semakin beragam. Selain ikan, juga produk pertanian dari Pulau Sulawesi yang ternyata sangat diminati warga Jepang. Yakni komoditas palm sugar (gula merah) dan bawang merah sebanyak 1,2 ton yang tercatat dalam isi muatan pesawat.

Untuk hasil perikanan, pada ekspor kali ini ada ikan tuna dari pesisir Tahuna yang mulai ikut partisipasi dalam flight dengan berat kotor 480 kg.

”Saya dapat kabar produk ikan tuna dari Sangihe sudah ikut masuk dalam penerbangan ketiga. Nah ini menggembirakan sekali. Artinya makin terbuka peluang menambah volume ekspor produk perikanan kita,” ujar Gubernur Olly Dondokambey yang kini berstatus cuti sebagai peserta Pilkada Sulut 2020.

Selain komoditas dari Sulut, ada juga komoditas asal Ambon seberat 3 ton dan barang lainnya dari Makassar, Sulawesi Selatan seberat 800 kg.

”Tak hanya produk dari Sulut bahkan daerah lain di Indonesia Timur juga kami fasilitasi. Artinya kita benar-benar sudah bisa buktikan Sulut menjadi hub di Indonesia Timur," kata Olly Dondokambey.


Editor : Donald Karouw