get app
inews
Aa Text
Read Next : 25 Tahun Berdiri, Babel Genjot Pariwisata Jadi Tulang Punggung Ekonomi Baru

Sumur Tua Berdiameter 2,8 Meter Ditemukan di Benteng Maas Kwandang 

Senin, 05 Juli 2021 - 08:40:00 WITA
Sumur Tua Berdiameter 2,8 Meter Ditemukan di Benteng Maas Kwandang 
Wakil Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu meninjau proses penelitian penggalian Benteng Kota Maas di Desa Cisadane, Kecamatan Ķwandang. (Foto: Antara)

GORONTALO, iNews.id - Penelitian dilakukan tim Balai Arkeologi (Balar) Manado di Benteng Kota Maas, Desa Cisadane, Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara. Tim Balar yang diketuai Irna Saptaningrum berhasil menemukan sumur tua berdiameter 2,8 meter yang terbuat dari bebatuan.

"Penggalian (ekskavasi) ini perlu didukung sebab penelitian ini sangat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan sejarah dan pariwisata daerah," kata Wakil Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu di Gorontalo, Minggu (4/7/2021).

Ia meninjau proses penggalian di Benteng Maas tersebut. Bahan struktur sumur di kawasan Benteng Kota Maas sebagian besar terbuat dari terumbu karang dan andesit yang disinyalir telah tertimbun cukup lama.

Dari informasi dokumen peninggalan sejarah, disebutkan Benteng Kota Maas merupakan benteng batu yang cukup tua dan berada di tepi pantai.

Benteng ini diduga dibangun oleh bangsa barat untuk mengamankan jalur pelayaran utara pada abad ke-16.

Benteng Kota Maas juga merupakan benteng batu yang luas, dindingnya tersusun dari batu karang dengan tebal satu depa, sedangkan tingginya mencapai empat hasta.

Rumah petinggi, pos jaga, gudang, dan permandian di dalam benteng dijelaskan oleh tim Balar, terbuat dari batu karang, sedangkan masyarakat yang tinggal di luar benteng membangun rumah dari kayu atau bambu.

Thariq mengaku cukup terkesan dengan hasil penelitian dari pihak Balar dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Gorontalo tersebut.

Ia bahkan mengenang dan mencoba menggabungkan sejarah dengan cerita masyarakat setempat tempo dulu.

"Sangat menarik bahwa kita memiliki situs sejarah Benteng Kota Maas yang berada di pusat ibu kota kabupaten dan wilayah ini sangat strategis menjadi pusat sejarah peradaban abad ke -16.

Ia menjelaskan pentingnya penanganan serius peninggalan itu.

"Sehingga ini perlu diseriusi oleh pemerintah daerah melalui hasil dan rekomendasi pihak Balar Manado untuk dikembangkan menjadi nilai sejarah yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat," katanya.

Ke depan, pemerintah daerah berharap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat melakukan langkah penyelamatan Benteng Maas agar terhindar dari kerusakan baik yang disebabkan oleh alam maupun manusia.

"Apalagi Benteng Kota Maas sangat potensial menjadi daya tarik di sektor pariwisata," ucapnya.

Editor: Cahya Sumirat

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut