Tikus Panggang, Kuliner Ekstrem Khas Minahasa

Subhan Sabu · Selasa, 11 Januari 2022 - 17:31:00 WITA
Tikus Panggang, Kuliner Ekstrem Khas Minahasa
Tikus yang sudah dibakar dan siap diolah menjadi salah satu makanan terekstrem di Indonesia dari Minahasa. (Foto: ist)

MINAHASA, iNews.id - Jika Anda berkunjung ke Sulawesi Utara, cobalah jalan-jalan ke Pasar Beriman di Kota Tomohon. Pasar ini layaknya pasar tradisional lainnya di Indonesia yang menjual berbagai dagangan seperti sembako, sayur mayur, ikan serta berbagai kebutuhan lainnya.

Namun ada tradisi unik yang membedakannya. Di pasar ini menjual berbagai daging hewan yang tak lazim. Tempat ini sering juga disebut sebagai pasar ekstrem lantaran menjual daging hewan anjing, kucing, babi, kelelawar, babi hutan, tikus hutan ekor putih, ular piton hingga kus-kus. Bahkan daging hewan yang terancam punah pun ada di sini, seperti yaki atau monyet hitam Sulawesi (Macaca Nigra).

Salah satu kuliner ekstrem yang dipercaya mempunyai khasiat bagi kesehatan jika dikonsumsi yakni tikus panggang atau biasa disebut kawok. Bagi sebagian orang yang tidak terbiasa, pastinya akan merasa jijik mengingat tempat hidup tikus yang sangat kotor.

Namun, bagi yang sudah mencicipinya, rasa sajian ini tak jauh beda seperti ayam bakar. Dibaluri dengan mentega, tikus-tikus dipanggang hingga matang. Tikus yang digunakan juga yakni tikus hutan berekor putih dan hanya makan tumbuh-tumbuhan saja. Tikus ini biasanya ditangkap langsung di hutan.

Rini, salah seorang pengusaha rumah makan di Tomohon mengatakan, tikus panggang ini tidak setiap hari tersedia, hanya ada di hari-hari besar seperti Natal dan Tahun Baru. Selain itu harganya mahal.

"Itu lebih mahal dari daging ayam dan daging babi," ujar Rini (11/1/2022).

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: