Wagub Sulut Harapkan Perkawinan Dini Tidak Jadi Kultur

Antara ยท Jumat, 03 Juni 2022 - 10:30:00 WITA
Wagub Sulut Harapkan Perkawinan Dini Tidak Jadi Kultur
Wagub Sulut Steven Kandouw (kanan mengunjungi stan pameran Kabupaten Bolaang Mongondow Utara didampingi Penjabat Sekda Provinsi Sulut Praseno Hadi, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Diano T Tandaju dan Sekda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Jusnan Mokog

MANADO, iNews.id - Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw mengharapkan perkawinan dini tidak menjadi kultur masyarakat Sulut. Pasalnya jika melihat dampaknya, antara lain terkait dengan angka stunting dan tingkat perceraian yang tinggi.

"Ini harus diingatkan, sekali lagi jangan sampai perkawinan dini menjadi kultur, di bawah 18 tahun sudah kawin. Kalau sudah jadi kultur susah untuk diubah," katanya di Manado, Kamis (2/6/2022).

Di negara lain, katanya, ada yang menjadikan perkawinan dini menjadi kultur, dijodohkan, 15 tahun kawin, 16 tahun mendapatkan anak, 18 tahun cerai, dan 21 tahun kawin lagi sehingga hal tersebut sebagai berbahaya.

"Ini menjadi lingkaran kemiskinan menurut hemat saya. Orang harus mapan, pendidikan mantap," ujarnya.

Wagub Kandouw memberikan apresiasi Bappeda Sulut atas terselenggara penilaian kinerja terhadap pelaksanaan delapan aksi konvergensi empat kabupaten lokus penurunan stunting tahun 2022 di Provinsi Sulut.

"Stunting harus dikerjakan secara keroyokan oleh semua pemangku kepentingan terkait," ujarnya.

Editor : Cahya Sumirat

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: