Warga yang Masuk Manado Wajib Bawa Surat Keterangan Perjalanan

Sindonews, Cahya Sumirat ยท Rabu, 10 Juni 2020 - 20:18 WIB
Warga yang Masuk Manado Wajib Bawa Surat Keterangan Perjalanan
Petugas memeriksa para pengendara yang akan masuk ke Kota Manado. Warga yang akan memasuki kota ini harus menunjukkan surat keterangan perjalanan dari instansi terkait mulai hari ini, Rabu (10/6/2020). (Foto:SINDOnews)

MANADO, iNews.id - Warga yang ingin masuk ke Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), harus menunjukkan surat keterangan perjalanan dari instansi terkait, mulai hari ini, Rabu (10/6/2020). Kebijakan pembatasan dan pengendalian pergerakan orang dan barang yang menggunakan moda transportasi ini untuk optimalisasi pencegahan penyebaran Covid-19.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Manado menyiapkan 16 titik check point untuk penerapan kebijakan ini. Dari pantauan di lapangan pada hari pertama penerapan aturan tersebut, antrean kendaraan terjadi karena sejumlah pengendara belum mempersiapkan kelengkapan berkas yang akan diperiksa petugas pos.

Adapun tahapa yang harus dilalui pengendara, petugas terlebih dulu menanyakan kelengkapan surat keterangan perjalanan dari instansi terkait. Setelah lolos, kendaraan dipersilakan maju. Petugas selanjutnya memeriksa suhu tubuh setiap orang yang ada di kendaraan sambil memeriksa jumlah penumpang dan penggunaan masker.

Sesuai protokol kesehatan Covid-19, setiap orang yang memasuki Kota Manado wajib menggunakan masker dan suhu tubuh kurang dari atau sama dengan 38 derajat. Kemudian, kapasitas tempat duduk kendaraan mobil 50 persen dan wajib membawa serta menunjukkan surat keterangan perjalanan dari instansi terkait.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Manado, Sanil Marentek mengakui jika di hari pertama masih terjadi kemacetan antrean kendaraan di pos pemeriksaan. Dia menyampaikan permohonan maaf atas kemacetan tersebut.

Sanil mengatakan, kemacetan terjadi karena banyak warga belum mengetahui informasi penerapan aturan bagi setiap orang yang memasuki Kota Manado tersebut. Padahal, pemerintah sudah menyosialisasikan kepada masyarakat selama beberapa hari.

"Tapi, masih banyak juga masyarakat yang belum dapat informasi soal adanya kebijakan tersebut. Pemerintah kota akan mengevaluasi terus karena tujuan kami bukan untuk membuat tidak nyaman. Tapi, tolong mengerti ini salah satu aksi atau tindakan kita untuk mempercepat penanganan Covid-19," katanya.

Sanil mengatakan, dalam penerapan kebijakan ini, apabila ada warga yang suhu badannya lebih dari 38 derajat celcius dan ber-KTP Manado, maka akan dibawa ke puskesmas terdekat. Namun, bila berasal dari luar daerah Manado, yang bersangkutan diarahkan kembali ke daerah asal dan tidak diperkenankan masuk Kota Manado.

Dia juga menegaskan, prosedur pembuatan surat keterangan perjalanan tidak boleh membebani warga. Formatnya diusahakan sama di semua kelurahan dan kepala desa. Surat ini akan berlaku selama tujuh hari.

"Artinya di hari kedelapan sejak surat keterangan dikeluarkan, surat keterangan dinyatakan tidak berlaku. Kecuali yang dikeluarkan oleh pimpinan instansi yang dikeluarkan cukup sekali," katanya.

Kegiatan pembatasan dan pengendalian ini diberlakukan selama 14 hari sejak 10 Juni sampai dengan 24 Juni 2020. Pemkot Manado akan memperhatikan perkembangan yang terjadi dan mengevaluasi secara menyeluruh penerapan kebijakan ini beberapa hari ke depan.


Editor : Maria Christina