Perkembangan kasus Covid-19 dalam kurva. (Foto: Satgas)
Subhan Sabu

MANADO, iNews.id - Update kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) saat ini menjadi 1.107 kasus baru. Kota Manado masih menjadi penyumbang terbanyak dengan 412 kasus.

Kemudian disusul Minahasa 151 kasus, Minahasa Utara 137 kasus, Kota Bitung 132 kasus dan Kepulauan Sangihe 64 kasus.

Sedangkan Minahasa Selatan 55 kasus, Kota Tomohon 51, Minahasa Tenggara dan luar wilayah masing-masing 20, Kepulauan Talaud 19 kasus, Kepulauan Sitaro 17, dan Bolaang Mingindow 16 kasus.

Lalu, Kota Kotamobagu 6, Bolaang Mongodow Timur 4 kasus, Bolaang Mongondow Utara 2 kasus dan Bolaang Mongondow Selatan 1 kasus.

Selain penambahan kasus yang sejak beberapa hari belakangan menyentuh angka seribu, bersasarkan asesmen situasi Covid-19 per 18 Februari 2022, Lima daerah di Sulut masuk level situasi Empat yakni Kota Manado, Minahasa Utara, Kota Tomohon, Kota Bitung dan Kepulauan Sangihe.

Sedangkan daerah yang masuk level tiga yakni Minahasa Tenggara, Kepulauan Sitaro, Kota Kotamobagu, Kepulauan Talaud, Minahasa Selatan. Untuk Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow, serta Bolaang Mongondow Selatan masuk situasi level dua.

Namun, angka situasi level tersebut kata Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut, Steaven P Dandel bukan berarti akan identik dengan level PPKM.

"Penyebab utama naiknya level ini adalah karena tingkat transmisi penyakit di level masyarakat sangat tinggi yakni di atas 150 kasus dalam 100.000 populasi setiap minggunya ditemukan di Kab/Kota ini," katanya, Minggu (20/2/2022).

Selain itu kata Dandel, angka positivity rate juga naik cepat, berada di angka 17 persen walau pun jumlah penduduk yang diperiksa setiap minggunya melewati target. 

"Target pemeriksaan orang per minggu sesuai Inmendagri sebenarnya 9.000 untuk Sulawesi Utara, tapi sepanjang tujuh hari lalu, kita bisa periksa lebih dari 26.000 orang  Sudah periksa sebanyak itu, tetap saja positivity ratenya tinggi sekali yakni 17 persen," tutur Dandel.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT