Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat, di Manado. (Foto: Antara)
Antara

MANADO, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memperkirakan aktivitas Natal akan memberikan tekanan pada inflasi di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Apalagi jam operasional bisnis kembali normal.

"Jam operasional bisnis yang sudah kembali normal dan kenaikan permintaan masyarakat menjelang hari Raya Natal dan Tahun Baru diperkirakan akan mendorong aktivitas sosial ekonomi masyarakat," kata Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat, di Manado, Sabtu (20/11'2021).

Kondisi ini akan memberikan tekanan inflasi dari sisi permintaan di akhir tahun 2021.

Di sisi lain, kondisi curah hujan yang mulai meningkat dan risiko fenomena global La Nina diprakirakan mempengaruhi tingkat pasokan dipasar seiring dengan risiko penurunan produksi perikanan nelayan.

Selain itu, kenaikan curah hujan berisiko mempengaruhi pasokan komoditas hortikultura, baik yang diproduksi di Sulut maupun di luar Sulut.

Oleh karena itu, peran serta semua pihak yang terlibat dalam rantai pasok pangan baik di tingkat produsen, pedagang besar, dan pengecer baik itu pasar tradisional dan pasar modern sangat penting dalam menjaga kestabilan tingkat harga.

Kelancaran distribusi terutama pada komoditas-komoditas strategis perlu dijaga untuk menjaga tingkat inflasi tetap terkendali di tengah potensi kenaikan permintaan.

Oleh karena itu, sinergi seluruh dinas dan kementerian/lembaga terkait perlu ditingkatkan untuk menjaga ketersediaan pasokan komoditas strategis seperti Barito dan komoditas perikanan baik melalui kerangka Kerjasama daerah (KAD) ataupun bentuk
lainnya.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT