Stok beras di seluruh gudang Bulog hingga enam bulan ke depan aman. (Foto/Ilustrasi)
Antara

MANADO, iNews.id - Perum Bulog Divre Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) menjamin  ketahanan stok beras enam bulan ke depan. Masyarakat tak perlu khawatir saat Natal dan tahun baru.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, stok beras  aman hingga awal tahun 2023," Kepala Perum Bulog Sulutgo Ali  Ahmad Najih, di Manado, Selasa (9/8/2022)

Dia mengatakan stok beras di seluruh gudang Bulog hingga enam bulan ke depan, sehingga dalam menghadapi perayaan Natal dan tahun baru tidak perlu dikhawatirkan. 

"Walaupun stok hingga enam bulan ke depan, tapi kami tetap memasok dari sentra produksi beras," jelasnya.

Perum Bulog, dalam menjaga ketahanan pangan dalam hal ini beras dengan langkah antisipasi hingga satu tahun ke depannya.

Ali menjelaskan begitu pula dengan stok beras di wilayah kepulauan Sulut yakni Sitaro, Sangihe dan Talaud, dengan ketahanan yang sama yakni enam bulan ke depan.

Ia menjelaskan pihaknya selain menjalankan tugas pokok Bulog yakni mengendalikan harga dan mengelola persediaan beras, gula, gandum, terigu, kedelai, pakan dan bahan pangan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam rangka menjaga kestabilan harga bahan pangan bagi produsen dan konsumen serta memenuhi kebutuhan pangan, juga menjaga kualitas produk tersebut.

"Dalam gudang Bulog kami mengedepankan kebersihan gudang, kemudian monitoring pelaksanaan perawatan komoditas dan gudang, lalu kegiatan preventif (spraying) dan kegiatan kuratif pengendalian hama seperti fumigasi apabila terjadi serangan hama," katanya.

Sehingga, katanya, kualitas beras sampai di tangan konsumen atau masyarakat tetap baik dan layak dikonsumsi.

"Kami harus menjaga beras tetap bermutu baik dengan kadar air 14 persen serta broken atau patah sebesar 20 persen untuk beras jenis medium," ujarnya.

Masyarakat umum, katanya, bisa langsung membeli beras atau kebutuhan pokok lainnya seperti minyak kelapa, gula pasir, tepung terigu di Bulog Mart atau semua rumah pangan kita (RPK) yang tersebar di seluruh Sulut.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT