Salah seorang siswa ikut vaksinasi yang dilaksanakan Lanud Sam Ratulangi Manado. (Foto: MPI/Subhan Sabu)
Subhan Sabu

MANADO, iNews.id - Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) Lanud Sam Ratulangi Manado blusukan ke sekolah-sekolah di Sulawesi Utara (Sulut). Blusukan dilakukan demi menyukseskan serbuan vaksinasi Covid-19.

Berkat koordinasi dan konfirmasi yang intens dari tiga serangkai Babinpotdirga Lanud Sam Ratulangi, Peltu DjokoTri Suryono, Serka Marsoni Roith Songa dan Serda Mirjan Latif akhirnya membuahkan hasil. 

Kepala Dinas Potensi Dirgantara Lanud Sam Ratulangi Manado Kolonel Pas Paulus Purwadi mengatakan sejak awal tahun 2022 ini berhasil menjalin kerja sama dengan beberapa pihak sekolah dan hal ini tetap tekun dilakukan

"Tidak hanya sampai di situ, bahkan masyarakat umum yang belum divaksinasi ramai-ramai mendatangi tempat diselenggarakannya serbuan vaksinasi oleh TNI AU di lingkungan kompleks sekolah," kata Kolonel Pas Paulus Purwadi yang juga sebagai koordinator serbuan vaksinasi, Rabu (12/1/2022).

Efektifitas komunikasi dengan pihak sekolah kata dia secara tidak langsung menyentuh pihak orangtua untuk turut berpartisipasi. Serbuan vaksinasi di sekolah di antaranya di SD GMIM 49 Manado, SD Inpres Kaiwatu, SD Inpres 02 Paniki Bawah. 

"Hari ini dijadwalkan agenda mendatangi target 150 siswa di SD GMIM 10 Sosonopan dan SD GMIM 48 Mapanget," ujar Kolonel Pas Paulus Purwadi.

Serbuan vaksinasi melibatkan tim vaksinator RS TNI AU Tkt IV Lanud Sam Ratulangi yang dipimpin Lettu Kes drg. Christi Mario Nesa bekerja sama dengan Binpotdirga Lanud Sam Ratulangi Manado.

Selain itu juga melibatkan perwira Lanud Sam Ratulangi, yakni Sesrumkit RS TNI AU, Kasiyanpers, Kasifasint, Dansatpom, Kasenkom, Vaksinator serta Babinpotdirga. 

"Perwira-perwira ini saling mendukung dan bekerja bersama-sama untuk keberhasilan pelaksanaan serbuan vaksinasi awal tahun 2022," ucapnya.

Geraldi salah seorang siswa kelas 6 SD Inpres 02 Paniki Bawah mengaku senang menerima vaksin dan datang atas kemauan sendiri untuk menerima vaksin pertama.

"Saya datang atas kemauan sendiri untuk menerima vaksin, dapat vaksin pertama. Tidak ada yang menyuruh. Ingin divaksin, yang kase tau (beri tahu) ada vaksinasi adalah ibu guru,"  kata Geraldi.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT