Terdapat beberapa negara yang masih menyimpan harta karun, salah satunya di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/Flickr)
Viola Triamanda

JAKARTA, iNews.id - Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang ternyata kaya akan harta karun. Harta karun ini tidak hanya berupa emas, logam, dan sumber daya alam.

Berbagai peninggalan sejarah seperti artefak hingga fosil dari makhluk hidup prasejarah pun juga bisa dinilai sebagai harta karun negara.

Dikutip MNC Portal Indonesia dari berbagai sumber, berikut deretan negara yang diketahui menyimpan harta karun: 

1. Arab Saudi
Arab Saudi diketahui memiliki salah satu harta sejarah tersembunyi di antara bebatuan yang dikenal dengan nama Jabal Ikmah. 

Jika dilihat sekilas Jabal Ikmah terlihat seperti jurang diantara pegunungan. Namun, jika diamati dan diteliti lebih lanjut permukaan batu tersebut ternyata penuh dengan prasasti.

Diketahui terdapat 450 prasasti yang digunakan untuk penduduk setempat untuk berkomunikasi sebelum masyarakat mengenal bahasa Arab. Situs ini tentu saja menjadi tempat yang menarik bagi arkeolog dan sejarawan.

2. Indonesia
Di wilayah Jawa Tengah, ditemukan arkeologi berupa artefak emas dan perak yang diperkirakan berasal dari abad ke-9 era Kerajaan Medang. Artefak emas ini ditemukan pada 19 Oktober 1990 lalu. 

Harta karun ini dikenal dengan nama temuan Wonoboyo. Temuan ini terpendam di lahan sawah milik Ny Cipto Suwarno.

Saat penggalian lahan, ditemukan guci besar keramik cina yang menyimpan banyak artefak emas. Berat total harta karun ini mencapai 16,9 kilogram. Saat ini, temuan tersebut disimpan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

3. Turki
Arkeolog asal Turki diketahui menemukan gua yang berisi 400 makam kuno. Gua tersebut terletak di Kota Blaundos, sekitar 180 kilometer timur Laut Aegea.

Tidak hanya makam kuno, mereka juga menemukan harta kartun peninggalan Romawi serta pecahan tembikar dan koin yang diperkirakan berasal dari abad kedua hingga keempat Masehi sebelum periode Romawi juga turut ditemukan.

Ketika proses penggalian diketahui bahwa beberapa harta karun telah dicuri.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT