Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Mulyatno menjadi narasumber dalam kegiatan Diseminasi Wawasan Kebangsaan dan Revolusi Mental. (Foto: Humas).
Arther Loupatty

MANADO, iNews.id - Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Mulyatno menjadi narasumber dalam kegiatan Diseminasi Wawasan Kebangsaan dan Revolusi Mental bagi Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Kegiatan dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (6/6/2022) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh wali kota, wakil wali kota, sekretaris kota, para pejabat serta staf Pemkot Manado.

“Wawasan kebangsaan adalah cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara, akan diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Irjen Pol Mulyatno mengawali paparannya.

Irjen Pol Mulyatno dalam paparan selanjutnya, menekankan empat Konsensus Dasar Bangsa. Yaitu, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta revolusi mental.

Irjen Pol Mulyatno mengatakan, wawasan kebangsaan dalam sebuah negara ini sangat penting sekali dan harus selalu dihidupkembangkan terus.

“Supaya semua masyarakat tanpa terkecuali, baik pejabat maupun masyarakat umum, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat sehingga mampu berkontribusi menjadi warga negara yang baik dan berkontribusi kepada negara,” ujarnya.

Lanjut Irjen Pol Mulyatno, wawasan kebangsaan juga memegang peranan penting dalam menjamin eksistensi dan kelangsungan hidup bangsa dan negara.

“Ini bukan berarti wawasan kebangsaan kita lemah, tidak ya, tetapi wawasan kebangsaan itu harus ditingkatkan terus supaya kita semakin sadar akan wawasan kebangsaan,” katanya.

Irjen Pol Mulyatno berharap, seluruh peserta bisa menyerap materi yang diberikan dengan baik dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan para peserta dapat menyerap materi wawasan kebangsaan yang diberikan, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga akan menjadi orang-orang yang berguna bagi negara, dan menjadi orang-orang yang Pancasilais,” ujar Irjen Pol Mulyatno.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT