Tim Jihandak Batalion Zeni Tempur 19/YKN Kodam XIII/Merdeka saat melakukan penjinakan terhadap bahan peledak. (Foto: Antara).
Antara

MANADO, iNews.id - Prajurit Batalion Zeni Tempur 19/Yudha Karya Nyata (Yonzipur 19/YKN) Kodam XIII/Merdeka menjinakkan bahan peledak. Benda berbahaya itu terletak di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sabtu (19/11/2022).

Kegiatan ini merupakan simulasi pengamanan VVIP. Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam penanganan bahan peledak.

"Kegiatan latihan ini sudah terjadwal dengan baik di kesatuan itu," ujar Asisten Operasi Kepala Staf Kodam XIII/Merdeka, Kolonel Infanteri Sutrisno Pujiono di Suluwesi Utara, Sabtu (19/11/2022).

Dia menuturkan, latihan tersebut diharapkan para personel dapat melaksanakan tugasnya secara baik sewaktu-waktu dibutuhkan.

Komandan Yonzipur 19/YKN, Letnan Kolonel (Letkol) CZI Hanif Tupen menjelaskan, simulasi latihan tercantum dalam program meningkatkan kemampuan prajurit tentang penanganan bahan peledak. 

Dalam UU Nomor 34/2004, kata dia dijelaskan bahwa tugas pokok TNI ada dua, yakni Operasi Militer Perang dan Operasi Militer Selain Perang. 

"Yang kami lakukan adalah OMSP, dimana didalamnya salah satunya adalah mengatasi aksi terorisme," ucapnya.

Dalam simulasi ini, lanjut dia menceritakan di Hotel Sutan Raja, ada kegiatan VVIP setingkat kepala negara. Namun dalam pelaksanaannya, pihak manajemen hotel mendapatkan paket benda yang mencurigakan.

"Terkait dengan benda tersebut, pihak manajemen hotel memberikan laporan kepada kami. Komandan batalion langsung merespons dan sesuai prosedur melaporkan hal ini kepada panglima Kodam," katanya. 

Dia menyampaikan, setelah mendapatkan perintah dari panglima Kodam, personel langsung menangani ancaman tersebut. Tahapannya, kata dia tim Penjinakkan Bahan Peledak (Jihandak) Yonzipur 19/YKN kemudian mendatangi lokasi dan selanjutnya berkomunikasi dengan manajemen hotel.

"Selanjutnya memindahkan tamu hotel maupun karyawan. Setelah itu, tim mendeteksi di dalam hotel, di mana letak paket itu. Setelah memastikan paket itu bom, tim kemudian memindahkan benda itu," katanya. 

Benda itu lalu dibawa ke tempat yang aman kemudian dihancurkan. "Dalam kegiatan ini, kami menurunkan satu peleton atau sekitar 34 personel," ucapnya. 


Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT