Penampakan tangan pasien yang terkena cacar monyet. (Foto: WHO)

Menurut WHO, para pasien itu mencari perawatan di perawatan primer dan klinik kesehatan seksual.

WHO memperkirakan adanya peningkatan kasus cacar monyet seiring organisasi itu telah memperluas pengawasannya di daerah-daerah nonendemik. Pada saat yang sama, WHO mengatakan bahwa penyebaran cacar monyet di negara-negara nonendemik adalah “peristiwa yang sangat tidak biasa”. 

“Ini mengingat tidak ada orang yang sakit yang memiliki hubungan perjalanan langsung ke daerah endemik,” kata lembaga itu.

Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit virus langka. Penyakit ini biasanya ditularkan ke manusia dari hewan liar, meski juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui cairan tubuh, tetesan pernapasan, dan bahan terkontaminasi lainnya. Tingkat kematian penyakit berkisar antara 1 hingga 10 persen.


Editor : Cahya Sumirat

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network