Angka Perkawinan di Singapura Rendah, Perempuan Kurang Semangat Berhubungan Seks

Umaya Khusniah · Rabu, 27 April 2022 - 19:28:00 WITA
Angka Perkawinan di Singapura Rendah, Perempuan Kurang Semangat Berhubungan Seks
Singapura mengizinkan perempuan membekukan sel telur. (Foto: dktindonesia)

SINGAPURA, iNews.id - Angka kelahiran di Singapura rendah. Karenanya, Singapura mengizinkan perempuan membekukan sel telur.

Pada 2021, angka kelahiran negara kota itu hanya mencapai 1,12 bayi per wanita. Angka ini sangat rendah dibandingkan rata-rata global yang berkisar di angka 2,3. 

Dilansir dari Channel News Asia (CNA), rendahnya angka kelahiran dikaitkan dengan rendahnya perkawinan hingga kurang bersemangatnya para wanita melakukan hubungan seks.

"Resesi seks" terjadi karena para perempuan rata-rata mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan dan sulitnya merasakan momen keintiman. Tekanan psikologis juga memicu ketidakseimbangan hormon hingga menganggu ovulasi dan membuat kehamilan tertunda secara alami.

Pemerintah pun kini melakukan beberapa cara untuk meningkatkan kelahiran. Selain menawarkan insentif uang tunai 'Bonus Bayi' untuk menaikan angka natalitas, pemerintah berencana mengizinkan para perempuan lajang untuk membekukan sel telurnya mulai tahun depan. Hal ini untuk membuka kemungkinan bagi perempuan untuk hamil sekalipun saat tubuhnya tak lagi memproduksi sel telur.

"Kami menyadari beberapa perempuan ingin mempertahankan kesuburan karena keadaan pribadi mereka, misalnya, tidak dapat menemukan pasangan saat mereka masih muda, tetapi ingin memiliki kesempatan untuk hamil jika mereka menikah nanti," tulis Kantor Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong seperti dikutip South China Morning Post, Rabu (27/4/2022).

Editor : Cahya Sumirat

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: