BKSAUA Sulut: Peledakan Bom di Gereja Katedral Pengingkaran Kebhinekaan

Antara · Rabu, 31 Maret 2021 - 09:47:00 WITA
BKSAUA Sulut: Peledakan Bom di Gereja Katedral Pengingkaran Kebhinekaan
Anggota Kepolisian menjaga Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021).(Foto: Antara)

MANADO, iNews.id - Aksi peledakan bom di lokasi Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan merupakan bentuk kekerasan dan pengingkaran terhadap kebhinekaan. Badan Kerja Sama Antarumat Beragama (BKSAUA) Sulawesi Utara (Sulut) mengecam tindakan tersebut.

"Selain itu peledakan bom tersebut juga sebagai bentuk kekerasan dan pengingkaran kebebasan beragama, berkeyakinan dan peribadahan, dan pelanggaran atas Hak Asasi Manusia (HAM) yang telah menelan korban fisik," ujar Ridwan Sofian mengatasnamakan Ketua BKSAUA Sulut di Manado, Selasa.

BKSAUA juga menolak segala bentuk kekerasan dan pengingkaran terhadap kebhinekaan dan kebebasan beragama, berkeyakinan dan peribadahan. 

"Kami mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk terus mengusut secara tuntas tindakan-tindakan pengeboman, baik di tempat-tempat peribadahan agama atau pun kegiatan-kegiatan sosial dan religius di mana pun juga di negeri kita tercinta," ujarnya.

Wadah keberagaman umat beragama di provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa itu menyampaikan rasa empati dan keberpihakan penuh kepada setiap umat beragama dan warga negara yang menjadi korban tindakan pengingkaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia dan hak asasi warga negara.

Editor : Cahya Sumirat

Halaman : 1 2