Gadis Disabilitas Diperkosa 8 Pria di Manado, Kuasa Hukum Minta Pelaku Dihukum Kebiri

Subhan Sabu ยท Jumat, 25 Juni 2021 - 15:42:00 WITA
Gadis Disabilitas Diperkosa 8 Pria di Manado, Kuasa Hukum Minta Pelaku Dihukum Kebiri
Sofyan J Yosadi, kuasa hukum gadis disabilitas yang diperkosa delapan pria di Sulawesi Utara. (Foto: MPI/Subhan Sabu)

MANADO, iNews.id - Polisi masih mendalami kasus dugaan pemerkosaan yang dialami gadis penyandang disabilitas di Manado, Sulawesi Utara. Dia diperkosa secara bergiliran delapan pria selama dua hari di tiga lokasi berbeda.

Kuasa hukum korban, Sofyan J Yosa4di mengatakan, akan meminta penyidik untuk menerapkan hukuman kebiri kepada para pelaku. Selain juga menjerat dengan pasal pemerkosaan ditambah pemberatan sepetiga masa hukuman.

"Kami kuasa hukum meminta penyidik dan kejaksaan menerapkan hukuman kebiri. Kalau bisa dilaksanakan itu dan jadi yang pertama di Sulut," ujarnya, Kamis (24/6/2021).

Menurutnya, korban dan keluarganya telah meminta perlindungan kepada negara melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Pemprov Sulut. Sebagai advokat yang menjadi mitra UPTD PPA dan Dinas P3A Sulut, dia memberikan bantuan hukum probono atau gratis tanpa dibayar setelah orang tua korban menandatangani surat kuasa. 

"UPTD PPA Provinsi Sulut telah mendampingi korban, baik pendampingan rohani, psikologi, pemeriksaan kesehatan rutin melalui dokter dan pemberian bantuan hukum dari saya sebagai advokat yang akan terus mengawal kasus ini hingga ke pengadilan. Korban saat ini dalam perlindungan negara dan ditempatkan di rumah aman," kata Sofyan.

Dia juga mengapresiasi gerak cepat Polda Sulut yang telah menangkap delapan terduga pelaku. Upaya menghilangkan barang bukti para pelaku dengan rencana membongkar TKP kedua, sebuah bengkel di pinggir Pantai Malalayang tidak terjadi karena gerak cepat polisi.

"Ada tiga TKP yang ditunjukkan korban. Saya telah berkoordinasi dengan Kasubdit Kompol Efendy Tubagus serta penyidik Brigadir Andros G Hiinur di Polda Sulut. Rencananya dalam waktu dekat akan diadakan pemeriksaan kembali kepada korban untuk mengetahui jika ada pelaku lainnya. Juga diadakan pemeriksaan wajah para pelaku dengan korban ditemani orang tua serta psikolog," ucapnya.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: