Karantina Pertanian Manado Gagalkan Penyelundupan Ayam ke Maluku dan Papua

Arther Loupatty ยท Minggu, 05 Juli 2020 - 10:02 WITA
Karantina Pertanian Manado Gagalkan Penyelundupan Ayam ke Maluku dan Papua
Karantina Pertanian Manado Gagalkan Penyelundupan Ayam ke Maluku dan Papua (Foto : iNews.id/Arther)

MANADO, iNews.id - Karantina Pertanian Manado yang tergabung dalam Tim Pengawasan Domestik bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggagalkan penyelundupan unggas jenis ayam di Pelabuhan Bitung. Rencananya ayam tersebut diselundupkan ke Provinsi Maluku Utara dan Papua menggunakan Kapal Motor (KM) Labobar.

Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muskyidayan mengatakan, kebijakan Provinsi Maluku Utara dan Papua melarang hewan unggas masuk ke wilayahnya. Sebab kedua wilayah itu masih bebas dari penyakit flu Burung.

“Selain adanya pelarangan masuk unggas ke wilayah tujuan, unggas yang akan dikirim tidak dilaporkan sehingga tidak dapat kami jamin kesehatan dan keamanannya,” ujar Donni, Sabtu (4/7/2020).

Sementara pelaku melarikan diri karena melihat ada pemeriksaan kapal di Pelabuhna Bitung. Petugas pun melakukan pemeriksaan unggas sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 87/Kpts/PK.320/I/2016 tentang Provinsi Maluku Utara bebas dari penyakit Avian Influenza pada Unggas.

Selain itu, petugas sesuai Peraturan Gubernur Maluku Utara Nomor 17 Tahun 2007. Dalam aturan itu mengatur pemeliharaan dan peredaran unggas di wilayah Provinsi Maluku Utara.

Donni juga menjelaskan secara rinci unggas yang ditahan berjenis philipine sebanyak 11 ekor dan bangkok sebanyak 7 ekor. Harga unggas itu mencapai Rp100 juta. Modus penyelundupan ayam tersebut dilakukan dengan cara dibungkus karung dan kantong plastik.

Jenis alat angkutnya adalah KMP Dalente Woba menuju Tobelo, Maluku Utara. Upaya penyelundupan menggunakan perahu untuk menghindari pantauan petugas. Sedangkan KM Labobar untuk menyelundupkan ke Provinsi Papua.

Saat ini unggas tersebut berada dalam penahanan Karantina Pertanian Manado di Wilayah Kerja Bitung untuk dilakukan proses lebih lanjut.


Editor : Arther Loupaty