Kejaksaan Terima Tahap II Kasus Korupsi Lampu Jalan di Kepulauan Talaud

Antara · Jumat, 24 September 2021 - 08:15:00 WITA
Kejaksaan Terima Tahap II Kasus Korupsi Lampu Jalan di Kepulauan Talaud
Tersangka dugaan kasus korupsi penerangan jalan. (Foto: Antara/Penkum Kejati Sulut)

MANADO, iNews.id - Tim Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Sulut dan Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud telah menerima pelimpahan tahap II kasus dugaan korupsi pengadaan lampu jalan tenaga surya. Pelimpahan kasus korupsi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang bersumber dari APBD Kepulauan Talaud TA 2017 dan TA 2018 itu diserahkan Penyidik Polda Sulut.

“Tim Penuntut Umum pada Kejati Sulut  dan Kejari Talaud telah menerima penyerahan tersangka JOP dan tersangka TER beserta barang bukti dari Penyidik Direskrimsus Polda Sulut, pada Rabu (22/9/2021),” kata Kasi Penkum Theodorus Rumampuk, Kamis (23/9/2021).

Berdasarkan penyidikan, ditemukan bahwa tersangka JOP alias Oke dan tersangka TER alias Tommy diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi pada pengadaan barang dan jasa pekerjaan pengadaan lampu jalan tenaga surya pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang bersumber dari APBD Kepulauan Talaud TA 2017 dan TA 2018.

Dilakukan secara melawan hukum dan atau menyalahgunakan wewenang, memperkaya diri sendiri atau orang lain, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara, dan atau setidak-tidaknya turut serta melakukan perbuatan pidana, sebagaimana dimaksud dalam sangkaan pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Akibat perbuatan kedua tersangka, berdasarkan perhitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif Nomor : 04/LHP/XXI/03/2021 tanggal 31 Maret 2021, terdapat kerugian keuangan negara sejumlah Rp1.713.617.104.

Editor : Cahya Sumirat

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: