Kendalikan Pandemi Covid-19, Sulut Siap Gelar Vaksinasi

Cahya Sumirat · Rabu, 13 Januari 2021 - 18:05:00 WITA
Kendalikan Pandemi Covid-19, Sulut Siap Gelar Vaksinasi
Sekdaprov Sulawesi Utara, Edwin Silangen. (Foto: Istimewa)

MANADO, iNews.id  - Sekretaris Derah (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Silangen meminta semua stakeholder menyatukan pemahaman, tekad dan komitmen dalam menangani dan mengendalikan pandemi Covid-19 di Sulut.  Meski kata dia, penanganan Covid-19 di Sulut relatif sudah baik saat menjelang vaksinasi.

Penegasan ini disampaikan saat membuka secara resmi Rapat Optimalisasi Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi Sulut secara virtual di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut, Rabu, (13/1/2021)

Diketahui, berdasarkan data terkini yaitu 12 Januari 2021, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut berjumlah 10.687, dengan rincian: 7.774 kasus sembuh, 343 meninggal, dan 2570 kasus aktif dalam perawatan/pemantauan.

“Melihat data epidemiologis itu, berarti angka kesembuhan mencapai 72,74 persen dan angka fatalitas sebesar 3,20 persen,” katanya.

Silangen menerangkan bahwa berdasarkan perkembangan peta zonasi risiko dalam tiga minggu terakhir ini juga membaik. Pertambahan jumlah kasus harian pun semakin sedikit.

“Namun kiranya ini tidak membuat kita kendor dalam pelaksanaan tugas-tugas kita untuk terus optimal dalam penanganan pandemi Covid-19 di Sulawesi Utara,” katanya.

“Kegiatan tracing, testing, treatment, serta isolasi harus tetap optimal kita lakukan. Laboratorium RT PCR di Sulawesi Utara harus  optimal pengelolaan dan penggunaannya,” ujarnya.

Silangen menjelaskan, upaya-upaya antisipasi penyebaran dan kenaikan kasus harus semakin intens. Hal ini dapat dilakukan dengan sejumlah rencana, diantaranya :

1. Kabupaten/Kota harus menambah ruang isolasi sebanyak 30 persen dari existing sekarang;

2. Perlu adanya penambahan ruangan dan SDM untuk perawatan di ruang intensif (ICU Covid-19);

3. Disiplin penegakkan 3M harus diperketat;

4. Kegiatan 3T (tracing, testing dan treatment) harus diperluas.

Editor : Cahya Sumirat