Bocah Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Manado Meninggal, Ini Penjelasan Dokter

Arther Loupatty ยท Senin, 24 Januari 2022 - 17:36:00 WITA
Bocah Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Manado Meninggal, Ini Penjelasan Dokter
Press Conference di RS Prof Kandou Malalayang Manado, Senin (24/1/2022) siang. (Foto: MPI/Arther Loupatty)

MANADO, iNews.id - Seorang anak perempuan berinisial CT yang dirawat di RS Kandou Malalayang sejak 29 Desember 2021 menghembuskan napas terakhirnya pada Senin (24/1/2022) pukul 07.25 Wita. Dia diduga mengalami kekerasan seksual.

Menurut penjelasan Direktur Utama RSUP Prof Kandou Malalayang Manado Dr Jimmy Panelewen meninggalnya pasien CT ini disebabkan karena penyakit kanker darah atau leukimia yang dideritanya.

"Kematian disebabkan karena pasien mengalami kanker darah," ujarnya saat Press Conference di RS Prof Kandou Malalayang Manado, Senin (24/1/2022) siang di hadapan para wartawan.

Dia mengatakan ada dua hal yang berbeda, antara dugaan tindak pidana kekerasan seksual dan pasien mengalami kanker darah. "Justru kematian korban disebabkan karena pasien mengalami kanker darah," ujar dr Jimmy.

Ditambahkan oleh dr Joel, dokter jaga yang menerima pasien CT saat datang pada tanggal 29 Januari 2021 pukul 01.00 Wita, pasien CT datang dengan keluhan perdarahan dan disertai membawa surat permintaan visum dari kepolisian. 

“Di saat pemeriksaan saya temukan ada lebam-lebam di sebagian besar tubuh sampai ke area dekat kemaluan disertai dengan adanya perdarahan di sekitar kemaluan. Kami juga melanjutkan dengan VER dan hasilnya ditemukan adanya robekan di selaput darah, dimana robekan yang sifatnya sudah lama,” kata dr Joel.

Editor : Cahya Sumirat

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: