Korupsi Pembangunan Kampus IPDN Sulut Rp19,7 M, Eks Pejabat Ini Divonis 5 Tahun Penjara

Antara ยท Kamis, 11 Agustus 2022 - 17:42:00 WITA
Korupsi Pembangunan Kampus IPDN Sulut Rp19,7 M, Eks Pejabat Ini Divonis 5 Tahun Penjara
Eks pejabat PT Adhi Karya Dono Purwoko divonis 5 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan dalam perkara korupsi pembangunan gedung kampus IPDN Sulut tahun anggaran 2011 di Pengadilan Tipikor Jakarta. (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

JAKARTA, iNews.id - Mantan pejabat PT Adhi Karya (Persero) Dono Purwoko divonis 5 tahun penjara. Dia terbukti korupsi pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sulawesi Utara tahun anggaran 2011 yang merugikan negara senilai Rp19,749 miliar.

Vonis ini dibacakan Ketua Majelis Hakim Eko Aryanto dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (11/8/2022).

"Mengadili, menyatakan terdakwa Dono Purwoko telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan kesatu penuntut umum," kata Eko Aryanto, Kamis (11/8/2022).

Majelis Hakim menjatuhkan pidana kepada Dono Purwoko yang merupakan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya (Persero) periode 2011-2014 dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp500 juta.

"Dengan ketentuan bila denda tersebut tidak dibayar akan diganti pidana kurungan selama 6 bulan," katanya.

Vonis tersebut lebih tinggi dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang meminta agar Dono Purwoko divonis penjara 4 ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dono dinilai terbukti melakukan dakwaan alternatif pertama, yaitu Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Majelis Hakim lantas mengemukakan hal-hal memberatkan, antara lain perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Perbuatan terdakwa mencederai kepercayaan pemerintah dan masyarakat pada umumnya dalam rangka pembangunan kampus IPDN. Kemudian terdakwa tidak berterus terang di persidangan dan tidak mengakui perbuatannya.

"Hal-hal meringankan, terdakwa bersikap sopan dan kooperatif di persidangan dan terdakwa belum pernah dipidana," katanya.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: