Kreasi Batik Khas Sulut dari Tangan Terampil di Balik Jeruji Lapas Perempuan Manado

Subhan Sabu ยท Kamis, 27 Mei 2021 - 15:24:00 WITA
Kreasi Batik Khas Sulut dari Tangan Terampil di Balik Jeruji Lapas Perempuan Manado
Seorang warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Manado saat membatik. (Foto: MPI/Subhan Sabu)

Hasil kreasi batik dari warga binaan ini sudah dibanjiri pesanan. Namun karena masih konvensional sehingga nantinya berencana membuat konten batik sendiri, melangkah ke promosi yang lebih besar. Bahkan rencananya akan dilakukan launching batik LPrado ini.

"Harganya tergantung tingkat kesulitan sebenarnya. Karena kita ada batik cap, kalau itu harganya kisaran Rp180.000 untuk motif yang sederhana. Lalu kami membuat jumputan atau di sini populer dengan skydive, itu lebih murah lagi, hanya Rp150.000 karena untuk tingkat kesulitannya tidak serumit membuat batik. Yang paling mahal itu batik tulis, sekitar Rp600.000 sampai Rp750.000 tergantung tingkat kesulitan dari motifnya," kata Gayatri.

Gayatri berharap kegiatan membatik ini terus berproses, terus meningkat baik untuk motif maupun keterampilan, sehingga nantinya warga binaan setelah pulang kembali ke masyarakat memiliki bekal yang cukup dan juga bisa membuka lapangan pekerjaan.

"Harapan saya dengan adanya batik ini lebih mempromosikan batik khususnya yang dihasilkan oleh lapas perempuan Manado dan juga lebih luasnya lagi mempromosikan Sulawesi Utara melalui karya seni yang dijasilkan warga binaan di lapas perempuan Manado," tuturnya.

Editor : Donald Karouw