Maleo Polda Sulut Kejar Pelaku Pencurian di Gereja sampai ke Makassar

Arther Loupatty ยท Rabu, 16 September 2020 - 07:02 WITA
Maleo Polda Sulut Kejar Pelaku Pencurian di Gereja sampai ke Makassar
Pelaku pencurian spesialis rumah mewah dan gereja ditangkap Timsus Maleo Polda Sulut hingga ke Makassar. (Foto: iNews/Arther Loupatty)

MANADO, iNews.id - Tim khusus Maleo Polda Sulut menangkap dua pelaku sindikat kasus pencurian dengan sasaran rumah mewah dan gereja. Salah satu pelaku dikejar sampai ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan telah diamankan.

Identitas pelaku yakni GP alias Opi Badak (31) warga kelurahan Bumi Nyiur, Manado. Dia terlibat sejumlah kasus pencurian selang Februari hingga Agustus 2020 dengan berbagai TKP. Penangkapan pelaku merupakan hasil kerja sama Maleo Polda Sulut dan Polrestabes Makassar.

Wakatimsus Maleo Polda Sulut AKP Frelly Sumampow mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan polisi di Polres Bitung. Selain itu juga dalam postingan warga di Group Facebook Maleo Polda Sulut yang resah dengan aksi pencurian di tempat Ibadah dan rumah penduduk dengan modus membongkar jendela lalu membawa kabur barang berharga.

"Hasil penyelidikan atas pengaduan masyarakat, kami ketahui ciri-ciri pelaku berinisial GP Alias Opi Badak yang sudah empat kali di hukum di Rutan Malendeng atas kasus pencurian dan pemberatan," kata Frelly, Rabu (16/9/2020).

Sebelumnya, pada April 2020 juga telah ditangkap seorang sindikat lainnya yakni SM alias Sonny Pokol (46) beserta barang bukti dua buah keyboard yang sudah diserahkan ke Polres Minahasa Utara (Minut). sementara Opi Badak ketika itu melarikan diri.

"Pengembangan di lapangan, pelaku Opi Badak terlacak berada di Makassar. Anggota tim langsung mengejar dan menangkap tersangka yang bersembunyi di Kelurahan Maradekaya," ujarnya.

Kedua tersangka melakukan pencurian dengan cara mencongkel pintu dengan menggunakan obeng panjang. Hasil curian diserahkan kepada DT Alias Pace, warga Kombos Timur, Kecamatan Singkil, Kota Manado untuk dijual.

Dalam pengembangan, tim Maleo menyita barang bukti hasil kejahatan berupa satu buah smartphone Samsung Note 10 plus dengan TKP di Bitung. Lalu satu buah kalung emas dan liontin 8 gram, serta sepasang anting emas 5,7 gram.

Kemudian satu buah keyboard type PSR 5975 warna hitam yang sudah disita Polres Minut. Lalu satu keyboard Type PSR 5710 warna hitam, ponsel Samsung S 10 warna Hitam, playstation 3 warna hitam dan TV 42 inch dengan TKP Pineleng. Selanjutnya tiga laptop dengan TKP di Malalayang.

Sementara barang bukti pencurian di Makassar berupa satu buah sepeda lipat warna abu-abu, HP VIVO Y95 warna biru, sebuah vacuum cleaner, alat refleksi untuk kaki, tiga jam tangan dan beberapa barang lainnya.

"Untuk barang bukti lain sampai saat ini masih dalam pencarian. Kedua pelaku kini menjalani proses penyidikan di Satreskrim Polres Bitung," ujar Frelly.


Editor : Donald Karouw