Oknum Polisi Perekam Video Asusila dalam Mobil di Gorontalo Resmi Tersangka dan Ditahan

Burhan Undu · Selasa, 26 Januari 2021 - 15:43:00 WITA
Oknum Polisi Perekam Video Asusila dalam Mobil di Gorontalo Resmi Tersangka dan Ditahan
Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono. (Foto: iNews/Humas Polda Gorontalo)

GORONTALO, iNews.id - Oknum polisi yang diduga jadi pelaku perekam video asusila sejumlah laki-laki kepada seorang perempuan di Gorontalo hingga viral di media sosial, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, tersangka RM telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Boalemo. 

Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono mengatakan, saat ini, kasus tersebut juga sedang dalam proses penyidikan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Boalemo.  

Wahyu menekankan, dalam video tersebut, pelaku perbuatan asusila bukanlah anggota Polri, melainkan sekelompok pemuda yang sedang dalam pengaruh minuman keras (miras). Saat mereka melakukan aksi tidak pantas di dalam mobil tersebut, aksi itu direkam oleh oknum anggota Polri.

"Oknum anggpota Polri yang merekam aksi asusila itu berstatus disersi (mangkir dari dinas) selama lebih dari satu bulan. Atas perbuatan tersebut, saat ini oknum polisi itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan mulai hari ini sudah dilakukan penahanan," kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi, perbuatan asusila tersebut terjadi pada awal bulan Desember tahun 2020 lalu. Peristiwa itu terjadi usai para pelaku pesta miras di salah satu kafe di Kabupaten Gorontalo.

Berawal pada tanggal 3 Desember 2020, oknum polisi berinisial RM bersama tiga orang temannya MAP, DPN dan SAP pergi dari Boalemo menuju Kabupaten Gorontalo dan sempat bermalam di rumah RM. Selanjutnya pada tanggal 5 Desember, mereka kembali berkumpul dan melakukan pesta bersama teman-temanya yang lain. Salah satunya DI.

Usai pesta miras, mereka kemudian menuju ke salah satu kafe yang ada di Kabupaten Gorontalo. Di tempat tersebutlah mereka bertemu dengan perempuan MI, yang kemudian mereka ajak masuk ke mobil untuk jalan-jalan. Perempuan itu kemudian dibawa ke salah satu cottage yang ada di salah satu tempat wisata di Kabupaten Gorontalo. 

"Saat menunggu menyiapkan cottage tersebut, terjadilah perbuatan asusila di dalam mobil yang kemudian direkam oleh RM," ujar Wahyu.

Wahyu meluruskan, informasi tentang perempuan di video tersebut yang menjadi korban bunuh diri itu tidak benar. Menurutnya, korban kasus bunuh diri itu bukan perempuan yang ada di video tersebut. Sebab, korban bunuh diri masih duduk di bangku SMP sementara korban asusila perempuan dewasa.

"Tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa perempuan tersebut bunuh diri. Itu kasusnya beda. Kalau yang bunuh diri kemarin statusnya masih pelajar, sedangkan yang ada di video ini sudah dewasa," kata Wahyu.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2