Oknum Rektor di Sulut Jadi Tersangka, Diduga Gelar Kuliah Ilegal dan Jual Ijazah Palsu

Arther Loupatty · Jumat, 22 Oktober 2021 - 15:47:00 WITA
Oknum Rektor di Sulut Jadi Tersangka, Diduga Gelar Kuliah Ilegal dan Jual Ijazah Palsu
Penyidik Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulut saat memeriksa oknum Rektor STTEI. (Foto: iNews/Arther Loupatty)

MANADO, iNews.id - Oknum Rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Sulawesi Utara ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penerbitan Ijazah palsu. Status ini setelah Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulut melakukan serangkaian penyidikan.

Kasubdit Tipidter Polda Sulut AKBP Fery Sitorus mengatakan, hasil pemeriksaan saksi dan ahli, serta penyitaan barang bukti yang dilakukan penyidik, oknum Rektor berinisial MK alias Marthen ditetapkan sebagai tersangka.

Menurutnya, tersangka MK diduga telah melanggar Pasal 67 ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional atau Pasal 93 UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi terkait dengan penyelenggaraan Sekolah Tinggi Theologi Elohim Indonesia (STTEI) Kampus B Manado.

“Sekitar Bulan Juni 2021, Subdit Tipiter Polda Sulut mendapat informasi dari masyarakat adanya aktivitas belajar mengajar di wilayah Desa Airmadidi, Minahasa Utara (Minut). Aktivitas tersebut tidak terdaftar di Kementerian Pendidikan Nasional dan Properties Wilayah IX Sulawesi Utara dan Gorontalo,” kata Sitorus saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (22/10/2021).

“Kami mendatangi lokasi tersebut lalu temukan ruang belajar, kemudian ambil keterangan. Kami juga undang ke Polda Sulut. Oknum Rektor membuat aktivitas belajar mengajar dan mengeluarkan Ijazah tanpa hak,” ujar Sitorus.

Kemudian pihaknya melakukan penyitaan ijazah tidak sah. Selanjutnya berkoordinasikan dengan saksi ahli yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta dan Properties Wilayah IX Sulawesi Utara yang ada di Gorontalo. Hasilnya perguruan tinggi STTEI ilegal dan tidak ada hak mengeluarkan ijazah.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: