Peningkatan Konsumsi Dorong Tekanan Inflasi Akhir Tahun di Manado dan Kotamobagu

Subhan Sabu · Selasa, 04 Januari 2022 - 10:03:00 WITA
Peningkatan Konsumsi Dorong Tekanan Inflasi Akhir Tahun di Manado dan Kotamobagu
Kepala KPw BI Sulut Arbonas Hutabarat.(Foto: MPI/Subhan Sabu)

MANADO, iNews.id - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat tekanan Inflasi di Kota Manado dan Kota Kotamobagu mengalami kenaikan cukup signifikan pada Desember 2021. Indeks Harga Konsumen IHK Kota Manado tercatat inflasi sebesar 0,95 persen (mtm) sedangkan IHK Kotamobagu tercatat inflasi sebesar 1,45 persen (mtm). 

Tekanan inflasi kedua kota tersebut menurut Kepala KPw BI Sulut Arbonas Hutabarat lebih tinggi dibandingkan bulan November lalu yang masing-masing tercatat inflasi 0,03 persen (mtm) dan deflasi 0,53 persen (mtm). Dengan demikian secara tahunan, inflasi Manado tercatat sebesar 2,65 persen (yoy) dan Kotamobagu sebesar 2,51 persen (yoy). 

"Meski relatif lebih tinggi dibanding nasional yang tercatat mengalami inflasi tahunan sebesar 1,87 persen (yoy), tekanan inflasi Sulut pada tahun 2021 tersebut masih terkendali pada kisaran 3,0 ± 1 persen (yoy)," kata Arbonas Hutabarat, Senin (3/1/2022).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi penggerak utama inflasi di kedua kota tersebut. Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,87 persen (mtm) di Manado dan 1,32 (mtm) di Kotamobagu. 

Di Manado, kenaikan harga kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau terutama terjadi pada komoditas cabai rawit yang memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,59 persen (mtm) pada inflasi umum Manado. 

"Berdasarkan data dari survei pantauan harga, rata-rata harga komoditas cabai rawit di Kota Manado naik dari Rp32.828 pada November menjadi Rp 66.231 pada bulan Desember 2021," ujar Arbonas.

Editor : Cahya Sumirat

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: