Razia Polisi di Malalayang Temukan Puluhan Botol Cap Tikus, Diduga untuk Pesta Miras

Jefry Langi ยท Kamis, 10 Juni 2021 - 13:01:00 WITA
Razia Polisi di Malalayang Temukan Puluhan Botol Cap Tikus, Diduga untuk Pesta Miras
Barang bukti miras cap tikus yang diamankan dalam razia di Malalayang, Manadom (foto: Polda Sulut)

MANADO, iNews.id - Polsek Malalayang jajaran Polresta Manado bersama pemerintah kecamatan setempat menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) terpadu, Rabu (9/6/2021) malam. Razia ini dilakukan untuk mencegah kejahatan jalanan sekaligus meningkatkan kesadaran protokol kesehatan ke masyarakat.

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Malalayang AKP Heriadi Ismail dan Camat Malalayang Reyn Heydemans, beserta personel Polsek, staf kecamatan dan para lurah.

“Tujuan KRYD ini dalam rangka meminimalisasi penyebaran Covid-19 sekaligus mencegah terjadinya aksi kejahatan di wilayah Malalayang. Sasarannya antara lain senjata tajam, miras, narkoba, balap liar, dan juga pelanggar protokol kesehatan,” kata Kapolsek, Kamis (10/6/2021).

Petugas gabungan menyambangi sejumlah tempat usaha, rumah kos dan lokasi-lokasi keramaian lainnya. Kemudian juga melakukan pemeriksaan.

“Didapati 20 warga yang tidak memakai masker, kemudian dikenai sanksi teguran lisan bersifat pembinaan,” katanya.

Petugas juga berhasil mengamankan tiga motor yang tidak dilengkapi surat-surat, 20 botol miras jenis cap tikus, 2 botol cap tikus oplosan, 2 botol bir, minuman ringan, serta 94 sachet obat batuk cair yang diduga akan dioplos dengan cap tikus.

Sejumlah barang bukti ini diamankan dari tempat kos yang diduga akan menggelar pesta miras.

Kapolsek menambahkan, masih didapati tempat usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Selanjutnya dijatuhi sanksi teguran dan diminta untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Kegiatan kami lakukan secara berkesinambungan. Dan kami mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi 5M. Yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” ucapnya.

Editor : Donald Karouw