get app
inews
Aa Text
Read Next : Naik Helikopter, Kapolda Sulut Pantau Manado dan Bitung dari Udara selama Nataru

Sejarah Kota Bitung, Nama Pohon sebagai Simbol Perdamaian Julukan dari Presiden Soeharto

Selasa, 13 September 2022 - 15:56:00 WITA
Sejarah Kota Bitung, Nama Pohon sebagai Simbol Perdamaian Julukan dari Presiden Soeharto
Bitung menjadi kota pelabuhan terbesar di Sulawesi Utara. (Foto: Pemkot Bitung)

Di bawah kepemimpinan Arkelaus Sompotan, penduduk Bitung terus bertambah dan penganut agama pun beragam. Mayoritasnya beragama Kristen kemudian menyusul penganut Islam.

 Tokoh-tokoh pendiri desa Bitung yang beragama Kristen antara lain Simon Tudus, Elias Lontoh Sompotan, Daniel Mais Pongoh, Hendrikus Langie Langelo, Martinus Langelo, Andries Rompis, Mais Pantow, Benyamin Wangi, Andries Hendrik Dulag Kansil, Theopilus Bawotong, Frederik Tindatu dan Yesaya Malalutan. 

Pada 1 Januari 1918 Desa Bitung diakui oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai sebuah negeri. Namun  beslit pengesahannya baru dikeluarkan pada 1 Januari 1928. Diperkirakan, penerbitan beslit ini terjadi setelah tahun 1926 Theopilus Bawotong, Frederik Tindatu dan Hendrik Dulag Kansil mewakili warga Desa Bitung menghadap Hukum Besar Tonsea di Airmadidi.

Pada tahun 1927 Elias Lontoh Sompotan, cucu mantu Simon Tudus diangkat menjadi Hukum Tua sampai tahun 1928, dan diganti oleh H.L. Langelo.

Editor: Cahya Sumirat

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut