Terobosan di Tengah Pandemi, Direct Call Ekspor Perikanan Manado–Singapura Diluncurkan

Subhan Sabu · Senin, 08 Maret 2021 - 15:30:00 WITA
Terobosan di Tengah Pandemi, Direct Call Ekspor Perikanan Manado–Singapura Diluncurkan
Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw menghadiri launching direct call ekspor di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.(Foto: Okezone/Subhan Sabu)

MANADO, iNews.id - Sulawesi Utara (Sulut) kembali melakukan terobosan di tengah pandemi Covid-19 dengan melakukan direct call ekspor atau ekspor langsung hasil perikanan dari Manado ke Singapura. Dalam ekspor perdana ini, sebanyak 4,2 ton komoditas perikanan seperti tuna dan lobster serta komoditas pertanian dikirim ke Singapura.

Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw yang menghadiri launching direct call ekspor di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado mengatakan Pemprov Sulut tak pernah berhenti melakukan upaya membangkitkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

Salah satunya dengan melakukan berbagai terobosan termasuk direct call hasil perikanan Sulut ke Singapura.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, tidak ada jalan lain untuk peningkatan ekonomi, selain melakukan ekspor pertanian dan perikanan. Ini direalisasikan melalui ikhtiar semua pihak," tuturnya, Senin (8/3/2021).

Wagub berpesan tidak boleh puas dengan capaian saat ini karena masih banyak peluang dan market yang dapat disasar. Kiranya output dan outcome dapat dinikmati masyarakat Sulut.

Dia juga mengapresiasi kesungguhan para eksportir ikan yang telah mendukung pembukaan pasar baru untuk komoditas unggulan perikanan Sulut seperti ikan tuna dan komoditas lainnya.

“Terobosan direct call ke Singapura ini bukan main-main ibaratnya telah menabrak tembok untuk melewati sungai deras. Salut untuk para pejuang ekspor,” ujarnya.

Sebelumnya, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Kasan mewakili Menteri Perdagangan mengatakan direct call perikanan Sulut ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi karena merupakan komponen ekonomi yang menjadi andalan di tengah pandemi Covid-19.

“Ini langkah extra ordinary, karena untuk direct call bukan perkara mudah. Sehingga kolaborasi untuk ekspor Indonesia khususnya Sulut, menjadi bagian penting di tengah pandemi. Ekspor yang eksis saat ini adalah perikanan dan pertanian. Kami akan terus memberikan kemudahan dalam transaksi ekspor,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Rina mengungkapkan agar upaya direct call yang tidak mudah ini, dijaga kontinuitasnya.

“Terobosan direct call suatu hal yang tidak mudah dilakukan di tengah pandemi yang dapat tekanan kuat. Nilai ekspor kita tercatat Rp1,9 triliun, yang dapat ditingkatkan lagi dengan ekspor ke Singapura,” katanya.

Editor : Cahya Sumirat

Halaman : 1 2