TNI-Polri Gagalkan Pengambilan Jenazah PDP Covid-19 di RS Pancaran Kasih Manado

Arther Loupatty ยท Kamis, 11 Juni 2020 - 21:18 WIB
TNI-Polri Gagalkan Pengambilan Jenazah PDP Covid-19 di RS Pancaran Kasih Manado
Kasigapan Tni Polri Gagalkan Pengambilan Jenazah PDP di Rumah Sakit Pancaran Kasih (Foto : iNews.id/Humas Polresta)

MANADO, iNews.id - Personel TNI dan Polri berhasil menggagalkan insiden pengambilan paksa jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 oleh keluarga di Kota Manado. Petugas langsung mengamankan jenazah di Rumah Sakit Pancaran Kasih (RSPK) Manado setelah memberikan penjelasan kepada keluarga.

“Situasi dan kondisi terakhir di RS Pancaran Kasih sudah aman terkendali. Walaupun tadi sempat situasi tegang, tapi cepat diberi penjelasan dan edukasi tentang jenazah yang berstatus PDP,” kata Kapolres Manado AKBP Elvianus Laoli, Kamis (10/6/2020).

Kapolres Turun Langsung mengamankan Jenazah PDP

Kasubag Humas Polresta Manado Ipda Yusak Parinding mengatakan, peristiwa ini terjadi, Rabu (10/6/2020). Personel TNI dan Polri, serta pihak RSPK sempat bersitegang dengan keluarga PDP Covid-19 tersebut. Namun, pengambilan jenazah PDP yang meninggal dunia pada Selasa (9/6/2020) tersebut berhasil digagalkan setelah keluarga mendapatkan penjelasan dan edukasi.

"Memang dari informasi pihak rumah sakit, jenazah tersebut meninggal pada Selasa (9/6/2020) malam kemarin dan berstatus sebagai pasien dalam pengawasan sehingga proses pemakamannya akan dilakukan sesuai protokol Covid-19,” ujar Ipda Yusak Parinding.

Yusak menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika keluarga menolak jenazah PDP dimakamkan menurut protap Covid-19. Keluarga kemudian berencana menjemput jenazah Rabu kemarin. Namun, sempat terjadi perdebatan antara pihak keluarga dan RSPK.

“Dari situ, kami langsung bertindak cepat dengan menambah jumlah personel yang berjaga di RS Pancaran Kasih. Pak Kapolres Manado langsung turun memberikan arahan, hingga situasinya dapat terkendali,” ujarnya.

Sementara, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Manado, Sanil Marentek mengatakan, kejadian pengambilan paksa jenazah PDP di Manado hingga saat ini telah terjadi tiga kali. Insien itu terjadi nyaris berurutan di lokasi yang sama di RS Pancaran Kasih, yakni pada tanggal 1 Juni, 2 Juni dan 10 Juni.

“Namun berkat pengalaman dari kejadian pertama, yakni saat salah satu PDP berhasil diambil paksa, maka tim gugus tugas membangun koordinasi dengan TNI dan Polri untuk memperketat penjagaan saat ada kejadian serupa. Karena itu, saat ada upaya pengambilan paksa jenazah PDP pada 2 Juni dan Rabu (10/6/2020), berhasil digagalkan,” katanya.

Marentek menyayangkan masih adanya pihak keluarga enggan menerima pemakaman jenazah PDP dilakukan sesuai protokol Covid-19. “Apalagi kan jelas pemakaman jenazah PDP sesuai protap, sebenarnya untuk melindungi pihak keluarga dari paparan Covid-19,” ujarnya.

Dia pun meminta kepada seluruh masyarakat untuk menghilangkan ego dan bekerja sama guna meminimalisasi penyebaran wabah Covid-19. Hal ini penting agar tidak ada lagi insiden yang berbahaya seperti ini tidak terjadi lagi.


Editor : Arther Loupaty