Tragis, Satu Keluarga di Manado Tewas Tertimbun Tanah Longsor

Subhan Sabu · Sabtu, 16 Januari 2021 - 22:43:00 WITA
Tragis, Satu Keluarga di Manado Tewas Tertimbun Tanah Longsor
Tim gabungan mengevakuasi jenazah tiga korban sekeluarga yang tewas tertimbun longsor di Kelurahan Perkamil Lingkungan V, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dievakuasi, Sabtu (16/1/2021). (Foto: Okezone/Subhan Sabu)

MANADO, iNews.id - Satu keluarga di Kelurahan Perkamil Lingkungan V, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), tewas tertimbun tanah longsor. Musibah itu dipicu hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Manado sejak Jumat (15/1/2021) kemarin malam hingga Sabtu (16/1/2021).

Kapolsek Tikala AKP Emilda Sonu mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WITA. Longsor menimpa dua rumah milik Jems Sanjaya dan Grace Tabalujan saat hujan deras.

Suasana di rumah korban yang tertimbun longsor di Kelurahan Perkamil Lingkungan V, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dievakuasi, Sabtu (16/1/2021). (Foto: Okezone/Subhan Sabu)
Suasana di rumah korban yang tertimbun longsor di Kelurahan Perkamil Lingkungan V, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dievakuasi, Sabtu (16/1/2021). (Foto: Okezone/Subhan Sabu)

"Saat terjadi longsor, ketiga korban yakni Fanny Poluan (50), Arni Laurens (44), dan Chelsea (8), tertimbun reruntuhan material longsor sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," kata AKP Emilda Sonu, Sabtu (16/1/2021).

Tim gabungan dari Basarnas Manado, TNI-Polri bahu membahu berusaha mengeluarkan korban dari reruntuhan tanah longsor.

"Suami korban berhasil dievakuasi terlebih dahulu. Kemudian sekitar pukul 17.30 WITA Arni Laurens sang istri dan anaknya Chelsea berhasil dikeluarkan," tutur AKP Emilda Sonu.

Kepala Kantor Basarnas Manado Suhri Noster Norbertus Sinaga menambahkan, ketiga korban sudah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. Namun, para korban tidak dibawa ke rumah sakit atas permintaan pihak keluarga.

"Tidak dibawa ke rumah sakit, atas permintaan keluarga dan langsung ditangani oleh keluarga," kata Suhri Sinaga.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2