Viral Nama Calon Bintara Polri Mendadak Hilang Digantikan Orang, Ini Fakta Sebenarnya

Subhan Sabu · Kamis, 29 Juli 2021 - 20:12:00 WITA
Viral Nama Calon Bintara Polri Mendadak Hilang Digantikan Orang, Ini Fakta Sebenarnya
Tangkapan layar video viral keluarga calon siswa Bintara Polri yang namanya sempat diumumkan lulus namun hilang dan digantikan orang lain di Minahasa Selatan, Sulut. (Foto: Istimewa)

MANADO, iNews.id - Kisah siswa calon Bintara Polri 2021 asal Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut), viral di media sosial setelah nama Rafael Malalangi yang sempat diumumkan lulus tiba-tiba hilang dan digantikan orang lain. Keluarga di Desa Pinapalangkow yang sudah sempat bersukacita kini malah berdukacita.

Keluarga merasa ini tidak adil. Ayah Rafael, Christofel Tumalun lewat video, mengadu kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia meminta keadilan untuk putranya yang belakangan disebut tidak lulus sebagai Bintara Polri.

"Apakah ini adil pak. Kami orang susah, orang tak punya pak. Kami mohon keadilan. Mohon bantuan dari Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Kapolri, kiranya anak kami dapat pendidikan. Atas bantuannya kami keluarga dan seluruh masyarakat Desa Pinapalangkow menyampaikan terima kasih. Kepada Bapak Kapolri dan Bapak Presiden, kami di sini minta keadilan untuk anak kami, terima kasih," ucapnya dalam video viral.

Netizen pun ramai-ramai mengomentari curhatan Christofel di media sosial, turut berempati. Seperti Christofel, netizen pun bertanya-tanya mengapa ini bisa terjadi. 

Polda Sulawesi Utara (Sulut) pun merespons video viral itu. Fakta sebenarnya, menurut Karo SDM Polda Sulut Kombes Pol Octo Budhi Prasetyo, peristiwa ini terjadi karena operator melakukan kesalahan saat menginput data.

Dia menjelaskan, saat diumumkan, nama Rafael lulus di rangking 22 dari total 22 kuota yang tersedia atau di peringkat terakhir. Namun, setelah sidang kelulusan diumumkan, seorang casis datang mengajukan komplain karena nilainya tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh, khususnya untuk tes jasmani renang.

"Komplain itu kami akomodasi, terus dicek ke papan live chat, kan ada tanda tangannya. Ternyata memang antara nilai di live chat dan di sini berbeda. Memang itu kesalahan operator saat menginput data, operator dari tim jasmani," ujar Octo, Kamis (29/7/2021).

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2 3