Warga Swiss Bantah Tuduhan Aniaya Perempuan Manado yang Mengaku Pasangannya

Subhan Sabu · Kamis, 04 November 2021 - 18:17:00 WITA
Warga Swiss Bantah Tuduhan Aniaya Perempuan Manado yang Mengaku Pasangannya
Kuasa hukum Max Peter Weber menjelaskan duduk persoalan yang menimpat kliennya terkait tudingan dari seorang perempuan bernama Josephin Manupessy. (Foto: MPI/Subhan Sabu) 

MANADO, iNews.id - Seorang warga negara asing (WNA) asal Swiss bernama Max Peter Weber membantah tudingan dari seorang perempuan bernama Josephin Manupessy. Saat itu dia menuduhnya telah melakukan penganiayaan, kekerasan, serta pengancaman.

Lewat tim kuasa hukumnya, Max Weber juga membantah semua pengakuan Josephin bahwa mereka memiliki hubungan kasih dan sudah tinggal bersama selama 6 tahun dengan janji akan dinikahi oleh Max Weber.

Josephin juga menuduh bahwa Max telah berbuat kekerasan sampai pakaiannya di lempar ke luar rumah, kemudian diduga ada tindak pidana pengancaman dari Max Weber kepadanya dengan parang.

"Terkait pemberitaan tersebut Josephin Manupessy berdasarkan laporan polisi nomor LP/436/IX/22020/SULUT/SPKT tanggal 23 September 2020, telah melaporkan klien kami ke Polda Sulut terkait dugaan tindak pidana pengancaman," kata Rangga Triangga Paonangan, Kamis (4/11/2021).

Dalam prosesnya kata Rangga, pihak kepolisian telah menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada, dan telah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor dan pelapor,  pemeriksaan alat-alat bukti, saksi dan telah dilakukan gelar perkara.

Dan pada tanggal 21 Januari 2021, pihak kepolisian telah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang pada intinya surat tersebut menyatakan bahwa menghentikan penyelidikan terhadap laporan Josephin, karena dari hasil penyelidikan tidak ditemukan tindak pidana dalam laporan tersebut.

"SP2HP tersebut telah diberikan baik kepada pihak pelapor dan pihak terlapor. Jadi merupakan suatu keanehan ataupun kejanggalan jikalau pada tanggal 31 Oktober 2021, Josephin dan kuasa hukumnya menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan dumas ke Polda Sulut terkait laporan tersebut karena tidak ditindaklanjuti," tutur Rangga.

Editor : Cahya Sumirat

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: