Warga Swiss Bantah Tuduhan Aniaya Perempuan Manado yang Mengaku Pasangannya

Subhan Sabu · Kamis, 04 November 2021 - 18:17:00 WITA
Warga Swiss Bantah Tuduhan Aniaya Perempuan Manado yang Mengaku Pasangannya
Kuasa hukum Max Peter Weber menjelaskan duduk persoalan yang menimpat kliennya terkait tudingan dari seorang perempuan bernama Josephin Manupessy. (Foto: MPI/Subhan Sabu) 

Rangga dengan tegas mengatakan bahwa pernyataan tersebut merupakan suatu potensi pencemaran nama baik terhadap klien mereka bahkan juga terhadap institusi kepolisian.

"Kami memiliki bukti percakapan Whatsapp antara Josephin dan kakak dari klien kami yang berada di Swiss, yang menguatkan bahwa sebenarnya klien kami tidak melakukan percobaan penganiayaan atau pengancaman sebagaimana yang dituduhkan oleh Josephin," ujar Rangga.

Terkait kepemilikan rumah yang diklaim sebagai milik sendiri dari Josephin, Rangga kembali membantah. Menurutnya,  jikalau memang Josephin merasa diusir dari rumahnya sendiri atau merasa rumah tersebut adalah miliknya sendiri, yang menjadi pertanyaan mendasar adalah, mengapa hingga saat ini yang bersangkutan tidak melakukan upaya hukum atau membawa persoalan tersebut ke ranah perdata atau melakukan gugatan di pengadilan.

"Kalau memang Josephin merasa dia memiliki hak milik atas aset-aset tersebut, seharusnya dia harus membawa permasalahan tersebut keramah perdata, bukan pidana," ucap Rangga.

Erick Mongisidi, kuasa hukum dari Max juga membantah terkait pernyataan Josephin yang mengaku memiliki hubungan kasih sayang dengan kliennya.

"Kami mencoba mendatangai Imigrasi, dan ternyata Josephin ini adalah Pramuwiswa, yang artinya dia bekerja kepada Max Webber sebagai seorang pembantu rumah tangga, dan itu berdasarkan data yang kami dapat dari Kantor Imigrasi Kelas I A Manado," kata Erick.

Editor : Cahya Sumirat

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: