Kepala BI Sulut Andry Prasmuko. (Foto: Antara)
Antara

MANADO, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada tahun 2023 akan meningkat. Inflasi masih akan berada pada rentang tiga persen plus minus satu persen.

"Inflasi Sulut diperkirakan akan meningkat di atas sasaran nasional pada tahun 2023," kata Kepala BI Sulut Andry Prasmuko, di Manado, Minggu (4/12/2022).

Dia menjelaskan beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam prakiraan tersebut adalah berlanjutnya pemulihan aktivitas masyarakat yang mendorong permintaan terhadap komoditas-komoditas strategis penggerak inflasi Sulut.

Namun demikian, katanya, tekanan inflasi diperkirakan akan kembali pada rentang 3±1 persen di tahun 2023.

Karena cukup terkendalinya komponen inflasi volatile food dan adanya target peningkatan produksi pertanian terutama untuk komoditas strategis seperti Barito di tahun 2023.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan memang banyak permasalahan pembangunan dari kabupaten dan kota, maka hal penting yang perlu digarisbawahi dalam menghadapi krisis ekonomi global di tahun-tahun mendatang yaitu inflasi.

”Inflasi di daerah kita yang rata-rata disebabkan oleh kelompok bahan makanan, maka ketersediaan dan distribusi barang terutama produk pertanian agar mendapat perhatian,” kata gubernur.

Sehingga, gubernur terus mendorong program Marijo Ba Kobong agar terus digalakkan. Manfaatkan lahan-lahan tidur dan fokus untuk komoditas pangan lokal disamping tetap mempertahankan komoditas  ekspor.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT