Kepala BPJamsostek Sulut Sunardy Syahid, di Manado, Rabu (8/6/2022). (Foto: Antara)
Antara

MANADO, iNews.id - Kepala BPJamsostek Sulut Sunardy Syahid mengatakan tenaga kerja yang masih aktif bekerja dengan usia 56 tahun bisa mencairkan jaminan hari tua (JHT). Syaratnya hanya membawa surat keterangan dari kantor.

"Kami akan terus melakukan sosialisasi sehingga semua pekerja tahu baik yang sudah tidak bekerja atau sementara bekerja, jika telah berusia 56 tahun bisa mencairkan JHT," katanya Sunardy di Manado, Rabu (8/6/2022).

Bagi peserta yang masih bekerja jika sudah berusia 56 tahun, bisa klaim JHT hanya dengan membawa surat keterangan dari kantor bersangkutan.

Aturan pencairan jaminan hari tua (JHT) BPJamsostek saat ini masih mengacu pada aturan lama, yakni Peraturan Menteri Kesehatan (Permenaker) Nomor 19 Tahun 2015.

Itu artinya, pekerja atau buruh, termasuk yang terkena PHK atau mengundurkan diri, dapat melakukan klaim JHT sebelum usia 56 tahun.

Dia mengatakan Permenaker lama (Nomor 19/2015) saat ini masih berlaku dan masih menjadi dasar bagi teman-teman pekerja/buruh untuk melakukan klaim JHT. Tidak terkecuali bagi yang ter-PHK maupun mengundurkan diri tetap dapat klaim JHT sebelum usia pensiun.

Sebagaimana bunyi Pasal 3 Permenaker Nomor 19 Tahun 2015, JHT dapat dicairkan jika peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai usia pensiun, termasuk jika peserta berhenti bekerja.

Peserta yang berhenti bekerja ialah peserta yang mengundurkan diri, peserta terkena PHK, atau peserta yang meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya.

Bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengundurkan diri dari perusahaan, JHT dapat dibayarkan secara tunai dan sekaligus setelah melewati masa tunggu 1 bulan terhitung sejak tanggal surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan diterbitkan.

Aturan ini tertuang dalam Pasal 5 Ayat (1) Permenaker Nomor 19 Tahun 2015.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT