Ibu Kota Kazakhstan, Nur-sultan, bakal kembali ke nama lamanya, Astana (ilustrasi). (Foto: Ist.)
Ahmad Islamy Jamil

NUR-SULTAN, iNews.id – Rancangan undang-undang (RUU) untuk mengembalikan nama ibu kota Kazakhstan dari Nur-sultan ke Astana mendapat dukungan pihak berwenang di Kazakhstan,  Selasa (13/9/2022). Rencana itu ternyata tidaklah mudah.

Ibu kota negara Asia Tengah yang dipenuhi gedung pencakar langit itu berganti nama menjadi Nur-sultan pada Maret 2019. Langkah itu diambil otoritas Kazakhstan demi menghormati mantan presiden mereka, Nursultan Nazarbayev.

Nazarbayev memerintah republik bekas Uni Soviet itu dari 1991. Sejak itu, dia membangun kultus kepribadian di sekitar dirinya, sebelum mengundurkan diri pada 2019, ketika kelompok loyalis Kassym-Jomart Tokayev mengambil alih pemerintahan.

Tokayev adalah murid politik Nazarbayev. Politikus yang kini menjabat presiden Kazakhstan itu secara bertahap menjauhkan diri dari mentornya tersebut. Tokayev meluncurkan reformasi pada pemerintahan dan mengesampingkan peran dari dinasti berpengaruh sang mantan presiden.

Juru Bicara Kepresidenan Kazakhstan, Ruslan Zheldibay mengatakan, amendemen untuk mengembalikan nama ibu kota yang lama telah dimasukkan dalam RUU oleh para anggota parlemen dengan persetujuan presiden.

“Pada saat yang sama, presiden melihat peran penting Nursultan Nazarbayev dalam memperkuat negara modern Kazakhstan dan pendirian ibu kota sebagai fakta sejarah,” ungkap Zheldibay di Facebook.

“Oleh karena itu, landmark lain yang dinamai dengan nama presiden pertama (Nazarbayev) akan tetap menggunakan nama itu,” katanya.

Perpecahan antara Nazarbayev dan Tokayev semakin mencuat sejak Kazakhstan dilanda kerusuhan pada Januari lalu. Pascakerusuhan itu, Nazarbayev dicopot dari gelarnya sebagai “Elbasy” atau “Pemimpin Bangsa”—peran yang memberinya pengaruh atas pembuatan kebijakan terlepas dari posisi formalnya.

Beberapa anggota lingkaran dekat Nazarbayev dicopot dari posisi tinggi. Salah satu keponakan sang mantan presiden juga ditangkap karena kasus penggelapan.

Tokayev juga secara terbuka mengkritik Nazarbayev setelah kerusuhan Januari lalu. Dia mengatakan, pemerintahan Nazarbayev telah menciptakan “lapisan orang-orang kaya”, meskipun dia juga terus memuji pendahulunya itu.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT