Christiany Eugenia Paruntu yang mendapat giliran pertama menjawab lebih menyentil pada soal mensejahterakan petani dan nelayan serta menyebut kestabilan harga komoditi unggulan berbasis kearifan lokal.
Selain itu, CEP juga menyinggung rencana untuk memberikan anggaran dana desa di 15 kab kota senilai Rp200 juta per desa. Menurutnya membangun Sulut dari desa akan menekan angka gini rasio.
Sementara Vonnie Anneke Panambunan menyentil soal pembuatan pabrik-pabrik dan melakukan ekspor. Jawaban VAP kemudian di tambahkan wakilnya Hendry Runtuwene yang mengakui adanya kegagalan pemerintah menurunkan gini rasio yang harus diperbaiki.
Menanggapi jawaban kedua paslon, ODSK diwakili Steven Kandouw menilai cagub nomor 2 tidak mengerti dengan substanis pertanyaan menyangkut gini rasio.
“Minta maaf calon nomor 2, dari apa yang ibu sampaikan, saya berkesimpulan sekali lagi minta maaf, (ibu) belum tahu persis apa terminologi gini rasio,” katanya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait