Pencuri dan penadah motor ditangkap Polres Bitung. (Foto: Humas)
Arther Loupatty

BITUNG, iNews.id - Polres Bitung mengungkap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini bikin resah masyarakat. Seorang terduga pelaku bersama lima orang penadah ditangkap.

"Setelah melalui serangkaian penyelidikan, polisi berhasil mengamankan terduga pelaku utama yaitu pria berinisial JT (24) warga Kota Bitung, di salah satu penginapan yang ada di Kota Bitung, pada hari Minggu (21/8/2022) pukul 02.00 Wita," ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kamis (25/8/2022).

Tim Resmob Polres Bitung juga mengamankan lima warga lainnya yang diduga berperan sebagai penadah sepeda motor curian, bersama empat buah barang bukti.

"Pascapenangkapan terhadap terduga pelaku, keesokan harinya atau pada hari Senin (22/8/2022) polisi juga berhasil mengamankan lima warga lainnya yang berperan sebagai penadah, yaitu YW (22) warga Minut, MHR (18) warga Minut, (20) warga Minut, ID (28) warga Manado dan UL (23) warga Bitung, di rumahnya masing-masing," kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Aksi pencurian yang dilakukan oleh JT dilakukan di beberapa TKP di wilayah Kota Bitung dan sempat terekam kamera CCTV.

"JT dibantu rekannya yang masih buron diduga melakukan aksi pencurian di beberapa TKP,  sejak bulan Maret hingga Juni 2022, yaitu di Kelurahan Girian Permai, Kelurahan Wangurer, dan di Perum Rizky Kelurahan Girian Indah. Aksi pelaku sempat terekam CCTV," lanjutnya.

Dalam menjalankan aksinya, JT tak kenal waktu. Dia melakukan aksi pencurian di saat suasana sedang sepi.

"JT melakukan aksinya baik siang maupun malam, sasarannya adalah sepeda motor yang terparkir di halaman depan rumah di waktu sepi, di saat korban sedang beristirahat," kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini JT bersama lima penadah lainnya dan empat buah barang bukti sepeda motor sudah diamankan untuk proses penyidikan. Keenam orang pria ini dikenai sanksi pidana kurungan.

"JT yang sebelumnya pernah terlibat kasus yang sama dan menjalani hukuman pada tahun 2019, dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP sub pasal 364 KUHP dengan acaman hukuman 9 tahun penjara, sedangka para penadah dikenai dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," tutur Kombes Pol Jules Abraham Abast.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT