Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut, Steaven P Dandel.(Foto: Antara)
Antara

MANADO, iNews.id - Kasus kematian yang diakibatkan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tak terjadi penambahan sejak Senin (21/3). Puncaknya hanya pada 2 Maret sebanyak sembilan orang.

"Jumlah kasus harian dalam 14 hari terakhir atau satu kali masa inkubasi Covid-19 turun fluktuatif begitu juga dengan jumlah kematian," kata Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut,  Steaven P Dandel di Manado, Rabu (23/3/2022).

Kenaikan jumlah kasus harian warga Sulut yang meninggal karena Covid-19 mulai terjadi pada tengah Februari 2022, dan mencapai puncaknya pada 2 Maret 2022 sebanyak sembilan kasus.

Warga yang meninggal memiliki beberapa penyakit penyerta gagal ginjal, hipertensi, diabetes melitus, jantung, TB paru, hiponatremia dan hepatitis, anemia dan di antaranya belum divaksin.

Data Satgas Penanganan Covid-19 Sulut per 22 Maret 2022 hingga pukul 21:34 WITA, akumulasi kasus kematian di provinsi berpenduduk lebih 2,6 juta jiwa tersebut sebanyak 1.161 orang dengan angka kematian (Case Fatality Rate) sebesar 2,3 persen.

Steaven menambahkan, sejak kasus pertama Covid-19 di Sulut dipublikasi pada tengah Maret 2020, akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 telah mencapai 51.126 orang.

Sebanyak 48.780 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh (angka kesembuhan sebesar 95,4 persen) setelah ketambahan sebanyak 154 orang.

Kasus sembuh terbanyak dari Kota Manado yaitu 53 orang, Kabupaten Kepulauan Talaud (46 orang), Kabupaten Minahasa (30 orang), Kabupaten Minahasa Tenggara (16 orang), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (empat orang), Kabupaten Kepulauan Sangihe (tiga orang) dan Kota Bitung (dua orang).

"Kasus aktif saat mencapai 1.185 orang atau sebesar 2,3 persen," katanya menambahkan.


Editor : Cahya Sumirat

BERITA TERKAIT