2.202 Tenaga Harian Lepas di Minahasa Selatan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Antara ยท Rabu, 14 Oktober 2020 - 14:47:00 WITA
2.202 Tenaga Harian Lepas di Minahasa Selatan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Pjs Gubernur Sulut Agus Fatoni saat serahkan santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

MANADO, iNews.id - Sedikitnya 2.202 tenaga harian lepas (THL) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara mendapat perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini setelah pemkab setempat mendaftarkan ribuan THL tersebut sebagai peserta.

"Saat ini di Minsel ada 2.202 THL yang dilindungi program jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja," ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Manado Hendrayanto, Selasa (13/10/2020).

Dia mengatakan, akan terus melakukan pertemuan dengan kepala daerah maupun instansi terkait sehingga para peserta lebih memahami manfaat dan keuntungan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Sosialisasi dan edukasi terus kami lakukan," katanya.

Fasilitas peserta bagi pekerja di antaranya jaminan kecelakaan kerja (JKK) meliputi pembiayaan transportasi ke rumah sakit, biaya pengobatan, biaya istirahat selama sakit, santunan cacat dan santunan kematian.

"Selain itu, peserta juga mendapatkan jaminan kematian (JKM) mulai dari biaya pemakaman, uang santunan Rp42 juta. Kemudian santunan berkala selama dua tahun serta beasiswa untuk satu anak yang ditinggalkan," ucapnya.

Tidak hanya jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, tapi peserta program BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja juga bisa mendapat program jaminan hari tua (JHT).

"Kami terus mensosialisasikan jaminan sosial kepada kepala daerah di 15 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sulut agar melindungi semua tenaga kerjanya," kata Hendrayanto.

Beberapa kabupaten yang telah mendaftarkan aparatur desanya yakni Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara (Mitra), Bolaang Mongondow (Bolmong), Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Kotamobagu. Sementara untuk non-ASN yakni Pemprov Sulut, Manado, Bitung, Minut, Minsel, Minahasa, Tomohon, Mitra, Bolmong dan Kotamobagu.

Keseluruhan non-ASN di Sulut yang terdaftar baru sekitar 21.765 pekerja dan aparatur desa 16.922 orang serta aparatur lingkungan 2.230 peserta.

"Kami berharap tahun 2020 ini semua bisa mendapatkan perlindungan. Dengan iuran yang kecil namun manfaatnya cukup besar," ujarnya.


Editor : Donald Karouw