get app
inews
Aa Text
Read Next : Gempa Hari Ini Guncang Bitung Sulut, Cek Kekuatan Magnitudonya!

Berkunjung ke Museum Negeri Sulut, Ada Ikan Raja Laut Coelacant yang Diawetkan

Jumat, 25 Juni 2021 - 18:15:00 WITA
Berkunjung ke Museum Negeri Sulut, Ada Ikan Raja Laut Coelacant yang Diawetkan
Ikan raja laut coelacant yang diawetkan di Museum Negeri Sulut. (Foto: MPI/Subhan Sabu)

MANADO, iNews.id - Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merupakan media informasi tentang sejarah alam, manusia dan budaya Sulut. Museum ini sudah ada sejak tahun 1967.

Pada 9 Januari 1991, museum ini resmi diakui setelah menerima Surat Keputusan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Museum Negeri Provinsi Sulut.

Berkunjung ke museum ini, ada 10 jenis klasifikasi, yakni koleksi etnografi, sejarah, numismatika, keramologika, arkeologi, filologi, teknologika, seni rupa, biologika dan historikal. Dari semua koleksi itu, hanya numismatika atau koleksi uang-uang kuno yang tidak dipajang di ruang pameran melainkan disimpan di gudang.

Kepala Seksi Museum Negeri Provinsi Sulut Rini Flora Marpaung mengatakan, hingga kini pihaknya telah mengumpulkan sekitar 2.810 koleksi. Dari total koleksi tersebut, sekitar 500-an dipamerkan di gedung pameran dan dapat dinikmati setiap hari kerja. 

"Koleksi tersebut diperoleh dari daerah kabupaten atau kotamadya yang ada di Sulawesi Utara, seperti Manado, Minahasa Selatan, Sangihe, Talaud, Sitaro, Bolaang Mongondow dan lain sebagainya," kata Rini kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (25/4/2021).

Museum ini berlokasi di Jalan WR Supratman Nomor 72, Lawangirung, Wenang, Kota Manado. Pengunjung yang datang akan disuguhkan informasi lengkap tentang Sulut.

Dari luar bangunan bertingkat tiga ini, terdapat taman-taman yang berisi replika kebudayaan dan peninggalan zaman dahulu, mulai patung masyarakat adat, alat trasportasi kuno hingga replika waruga (kubur batu).

Penelusuran jejak Sulut berawal di lantai satu, pengunjung akan berkenalan dengan kejayaan masa lalu daerah ini sebagai rute migrasi hewan dan manusia pada zaman prasejarah. Di sini ada bangkai ikan raja laut coelacant yang telah diawetkan. Ikan yang sebenarnya sudah dianggap punah sejak 65 juta tahun lalu itu tertangkap jaring nelayan di Pantai Malalayang pada 2007 silam. 

"Terdapat juga fosil gading dan geraham gajah purba stegodon yang ditemukan di Desa Pintareng, Kabupaten Kepulauan Sagihe," katanya.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut